Royal Enfield Menghidupkan Kembali Legenda Lama

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 08:31 WIB
Royal Enfield Menghidupkan...
Royal Enfield Menghidupkan Kembali Legenda Lama
A A A
TEROBOSAN Royal Enfield dengan meluncurkan Interceptor 650 Twin dan Continental GT 650 Twin secara global di Amerika Serikat akhir September lalu tak urung membuat pencinta automotif penasaran.

Jika merunut pada sejarah pabrikan yang pada awalnya tidak hanya memproduksi sepeda motor, tetapi juga senjata, mesin dua silinder bukan barang baru.

Produsen dengan gambar meriam pada logonya ini sudah pernah memproduksi mesin serupa pada masa awal pendirian, tepatnya 1921 atau sebelum Perang Dunia (PD) II meletus.

Historian Royal Enfield Gordon May memaparkan, ada sejarah panjang dibalik kelahiran dua motor kembar, Interceptor 650 Twin dan Continental GT 650 Twin, yang diluncurkan di Amerika Serikat.

Menurut dia, kedua varian tersebut bisa dikatakan merupakan reinkarnasi produk serupa lebih dari satu abad lalu. May menjelaskan, Royal Enfield pertama kali memproduksi mesin dua silinder VTwin pada lini sepeda motornya pada 1921.

Sebelumnya pabrikan ini terlebih dulu mengejutkan dunia dengan memperkenalkan sepeda motor bermesin V-Twin bertenaga 2 hp (horse power ). “Sejak itu Royal Enfield sudah punya mesin dua silinder, bukan paralel, melainkan V-Twin.

Sepeda motor ini pula yang membuat Royal Enfield dikenal dunia,” paparnya. Namun, pecahnya PD II membuat Royal Enfield menghentikan lini produksi sepeda motor sipil. Sebaliknya, pabrikan berbasis di Redditch ini beralih membangun kendaraan khusus perang untuk tentara Inggris yang disebut Flying Flea.

Setelah PD II berakhir, produksi sepeda motor sipil Royal Enfield kembali berlanjut dengan membuat mesin dua silinder segaris yang disebut 500 Twin. Tidak lama kemudian, tepatnya pada 1953, mesin 500 cc ditingkatkan menjadi 700 cc dan disebut Royal Enfield Meteor.

Pada masanya, ini merupakan sepeda motor dua silinder dengan tenaga terbesar di Inggris. Tidak puas dengan pencapaian tersebut, pabrikan ini kemudian meluncurkan versi upgrade dengan nama Super Meteor yang mampu menembus kecepatan 160 km/jam.

Gordon May melanjutkan, pencapaian tersebut tidak lantas membuat Royal Enfield puas. Mereka kembali membuat mesin bertenaga lebih besar dengan nama Constellation yang mampu mencapai kecepatan 180 km/jam.

Belakangan, produksi sepeda motor dua silinder meredup. Serbuan sepeda motor Jepang di Inggris pada 1970 yang jauh lebih murah tidak dapat diantisipasi pabrikan asal Inggris.

Minimnya permintaan dan tingginya biaya produksi kemudian membuat Royal Enfield kembali pada sepeda motor satu silinder. Kini Royal Enfield kembali menghidupkan sang legenda dengan menghadirkan Intercep tor 650 Twin dan Continental GT 650 Twin.

Dua sepeda motor kembar ini merupakan jelmaan penda hulunya sejak era PD hingga Revolusi Industri. Keduanya diperkirakan sudah akan mengaspal di Indonesia paling lambat tahun depan.
(don)
Berita Terkait
Honda Motocompacto 2024...
Honda Motocompacto 2024 Diluncurkan, Ini Spesifikasinya
Suzuki Hayabusa Tekuk...
Suzuki Hayabusa Tekuk Supercar Jepang hingga Eropa
Makin Spesial, Honda...
Makin Spesial, Honda Dax Tamiya Limited Edition Resmi Meluncur
Motor Jawa 300 Siap...
Motor Jawa 300 Siap Masuk Pasar Eropa
Zontes 703V Sport Cruiser...
Zontes 703V Sport Cruiser Diperkenalkan, Begini Tampangnya
Era Mesin Silinder Tunggal...
Era Mesin Silinder Tunggal 390 hampir Berakhir, KTM Incar Mesin Ganda 490
Berita Terkini
Berdesain Aerodinamis,...
Berdesain Aerodinamis, Toyota Corolla Versi Terbaru Siap Diperkenalkan
Uji BYD M6 DM di Bandung...
Uji BYD M6 DM di Bandung Cetak Rekor 144 Km per Liter, Tertinggi dari Semua Kota yang Diuji
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen:...
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen: BYD M6 DM Cetak Efisiensi 82 km/liter
Dari Tol ke Tanjakan...
Dari Tol ke Tanjakan Merbabu Lebih dari 92 Km/Liter: Bukti Teknologi DM Tak Cuma Andal di Jalan Datar
Uji BYD M6 DM di Tanjakan...
Uji BYD M6 DM di Tanjakan Berastagi: Bagaimana Konsumsi BBM-nya di Medan?
Uji Jalan BYD M6 DM...
Uji Jalan BYD M6 DM Tembus 150 Km Tanpa Setetes Bensin, Bagaimana Sistem Dual Mode Bekerja?
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved