Beredar Situs OS HongMeng, Huawei: Itu Website Palsu

Sabtu, 29 Juni 2019 - 12:00 WIB
Beredar Situs OS HongMeng,...
Beredar Situs OS HongMeng, Huawei: Itu Website Palsu
A A A
SHENZHEN - Huawei sedang mengerjakan sistem operasinya sendiri yang akan disebut "Os HongMeng", setidaknya ini nama merek di China. Perusahaan secara signifikan meningkatkan kecepatan kerja pada sistem ini setelah Pemerintah AS melarang Huawei berbisnis dengan perusahaan-perusahaan Amerika.

Meskipun larangan ini tidak sepenuhnya aktif untuk saat ini, Huawei OS HongMeng OS sedang dalam perjalanan peluncuran. Baru-baru ini, perusahaan mengeluarkan undangan bagi pengembang untuk bergabung dan membangun sistem. Sekarang, ada indikasi bahwa situs web "resmi" untuk OS tersebut telah aktif.

Tak lama kemudian muncul pernyataan dari Huawei bahwa situs itu fake alias palsu. Situs ini memang mencurigakan. Situs ini tidak memiliki sesuatu yang baru, isinya agak samar dan berpusat pada tulisan teknis sistem HongMeng, unduhan versi pengembangan OS dan itu tidak tersedia, serta kompiler Ark.

Melansir laman HMXT, Giz China menyebutkan, sebagai pengantar sistem HongMeng, web itu menyebut OS Hongmeng adalah sistem operasi milik sendiri yang dikembangkan oleh Huawei. Huawei telah merencanakan untuk mengembangkan sistem operasi sejak 2012 dengan nama kode "Hongmeng". Diharapkan untuk secara resmi merilis sistem operasi pada akhir 2019.

OS bisa dioperasikan di ponsel, komputer, tablet, TV, mobil, dan pemakai cerdas bisa menyatukan perangkatnya ini menjadi satu sistem operasi. Sistem dirancang untuk teknologi generasi berikutnya dan kompatibel dengan semua aplikasi Android dan semua aplikasi web. Jika aplikasi Android dikompilasi ulang, kinerja yang berjalan ditingkatkan lebih dari 60% pada sistem operasi Huawei OS.

Website Palsu

Setelah dikonfirmasi ke raksasa teknologi China, staf internal Huawei menyanggah website ini. Dia mengatakan, situs web tersebut bukan situs resmi sistem Huawei HongMeng dan berita bahwa OS akan dirilis pada akhir tahun ini tidak benar. Orang dalam Huawei mengatakan, "Saya tidak tahu siapa yang membuat situs, logo tidak benar. Pertama, deformasi bentangan horizontal dan logo CBG (Divisi Konsumen Huawei) salah ... penggunaannya tidak benar. "

Tak lama setelah Huawei terdaftar dalam "daftar entitas" oleh Amerika Serikat, CEO BG Konsumen Huawei, Yu Chengdong telah mengungkapkan sistem HongMeng segera tersedia pada musim gugur ini. Namun, Hu Houkun, Wakil Ketua Huawei, baru-baru ini mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media bahwa tidak ada waktu yang jelas bagi HongMeng untuk mencapai pasar.

Dia juga mengatakan Huawei adalah pendukung setia ekosistem Android. Handphone Huawei juga mendukung Google Apps serta layanan yang sudah ada di pasaran sehinngga tidak akan terpengaruh dengan kebijikan Trump.
(mim)
Berita Terkait
Selamat Tinggal OS Android,...
Selamat Tinggal OS Android, Huawei Luncurkan Ponsel OS Harmony Tahun Depan
Digunakan Smarthome...
Digunakan Smarthome Midea, Harmony OS Besutan Huawei Mulai Laris
Ini Daftar 42 Perangkat...
Ini Daftar 42 Perangkat Huawei yang Bisa Menjalankan Harmony OS
Saingi Google, Huawei...
Saingi Google, Huawei Luncurkan Search Engine Sendiri
Umumkan Teknologi Baru...
Umumkan Teknologi Baru di HDC 2020, Bukti Huawei Kebal Tekanan AS
Dianggap Mengancam Keamanan...
Dianggap Mengancam Keamanan Negara, AS Kembali Larang Huawei dan ZTE Beredar
Berita Terkini
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Melirik Ambisi China...
Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Infografis
Cagar Alam Arab Saudi...
Cagar Alam Arab Saudi Masuk Situs Warisan Dunia UNESCO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved