Virus Corona Mulai Berimbas ke Industri Otomotif

Selasa, 28 Januari 2020 - 06:01 WIB
Virus Corona Mulai Berimbas...
Virus Corona Mulai Berimbas ke Industri Otomotif
A A A
JAKARTA - Produsen kendaraan dan perusahaan produk mewah mulai merasakan dampak penyebaran virus berbahaya, coronavirus lebih lanjut dapat memperburuk pertumbuhan ekonomi China yang sudah lambat.

Wuhan, yang merupakan penyebab penyebaran virus, adalah salah satu 'kota otomotif' China dengan sejumlah pabrik memasok mobil ke pasar lokal. General Motors (GM), Nissan, Renault, Honda dan PSA Group adalah beberapa produsen utama di Wuhan.

Semua pabrikan asing ini mengoperasikan pabriknya masing-masing melalui kerja sama dengan perusahaan Cina. Misalnya, pabrik GM-SAIC mempekerjakan 6.000 staf, hampir 10 persen dari tenaga kerja GM di Cina.

Kota, yang merupakan rumah bagi 11 juta orang, akan ditutup setelah bandara dan stasiun kereta api tidak lagi mengirimkan penumpang karena kekhawatiran akan wabah. Semua operasi angkutan umum untuk sementara ditangguhkan dan sejumlah jalan raya utama ditutup.

Gangguan transportasi tentu saja membuat pemilik bisnis pusing, terutama ketika penjualan mobil menurun. Industri otomotif dunia sekarang sedang menghadapi resesi yang serius, tanpa ada tanda-tanda pemulihan.
Klik di Sini

Penjualan kendaraan di China turun menjadi 2,3 juta unit pada 2019 dan diperkirakan akan menurun lagi tahun ini. Penyebaran virus corona memburuk karena konsumen menghabiskan lebih sedikit untuk perayaan Tahun Baru Cina.

Jika pengeluaran untuk layanan seperti piket turun 10 persen, pertumbuhan ekonomi China secara keseluruhan akan anjlok 1,2 persen.

Merek-merek barang mewah yang biasanya menerima paksaan selama musim perayaan juga mulai mengeluh. Louis Vuitton dan Fendi LVMH mengatakan penjualan turun 4,5 persen. Sementara itu, Gucci dan Balanciaga berada dalam situasi yang sama dengan 5 persen. Penjualan pembuat jam tangan mewah Cartier, Richemont, turun enam persen.

Pada 2018, konsumen di Tiongkok dan luar negeri membelanjakan sekitar US115 miliar (RM467,5 miliar) untuk barang-barang mewah. Angka tersebut setara dengan sepertiga dari pengeluaran barang di seluruh dunia.
(wbs)
Berita Terkait
Di Tengah Pandemi Covid-19,...
Di Tengah Pandemi Covid-19, Industri Automotif Dunia Mulai Bangkit
Lockdown Dibuka, Industri...
Lockdown Dibuka, Industri Otomotif di Wuhan Kembali Normal
Dihantam Pandemik, Jaguar...
Dihantam Pandemik, Jaguar - Land Rover Minta Bantuan Pemerintah Inggris
Tutup Pabrik di Indonesia,...
Tutup Pabrik di Indonesia, Nissan Rencanakan Jauh Sebelum Pandemi COVID-19
Sepanjang Maret Penjualan...
Sepanjang Maret Penjualan Mobil di Benua Biru Merosot 51,8% Akibat Corona
Ikuti Langkah AS, Jepang...
Ikuti Langkah AS, Jepang Danai Industri Otomotifnya untuk Keluar dari China
Berita Terkini
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
5 jam yang lalu
Harga Mobil dan Motor...
Harga Mobil dan Motor Bakal Gila-gilaan Akibat Tarif Baru Donald Trump
7 jam yang lalu
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
8 jam yang lalu
Honda Bocorkan Interior...
Honda Bocorkan Interior Prototipe Prelude, Ini Isi Dalamannya
10 jam yang lalu
Audi Kenalkan Supercar...
Audi Kenalkan Supercar Bermesi Diesel, Segini Tenaganya
13 jam yang lalu
AS Umumkan Tarif Baru...
AS Umumkan Tarif Baru Mobil Buatan Luar Negeri Termasuk Indonesia
16 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved