Dihantam Pandemik, Jaguar - Land Rover Minta Bantuan Pemerintah Inggris
loading...

Penjualan mobil di Inggris diketahui merosot hingga 97% pada bulan April tahun ini. FOTO/ IST
A
A
A
Pandemi COVID-19 yang turut menghantam Inggris membuat industri otomotif di sana kewalahan. Bahkan, pabrikan mobil terbesarnya, Jaguar Land Rover (JLR), kabarnya harus menengadahkan telapak tangan meminta bantuan pemerintah.
Anjloknya penjualan akibat situasi saat ini, memaksa JLR mengajukan pinjaman sebesar USD1,2 miliar atau sekitar Rp17,7 triliun, agar tetap bertahan di tengah pandemik. Peminjaman tersebut merupakan bagian dari program darurat virus corona .
“PErusahaan dapat memanfaatkan paket tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk skema meningkatkan modal, fleksibilitas dengan tagihan pajak, dan dukungan keuangan bagi karyawan,” jelas departemen tersebut, melalui keterangan resminya.
Penjualan mobil di Inggris diketahui merosot hingga 97% pada bulan April tahun ini. Selain itu, industri otomotif Inggris juga telah berbicara kepada pemerintahnya, agar ruang pameran dimungkinkan dibuka kembali, demi merangsang penjualan.
Anjloknya penjualan akibat situasi saat ini, memaksa JLR mengajukan pinjaman sebesar USD1,2 miliar atau sekitar Rp17,7 triliun, agar tetap bertahan di tengah pandemik. Peminjaman tersebut merupakan bagian dari program darurat virus corona .
“PErusahaan dapat memanfaatkan paket tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk skema meningkatkan modal, fleksibilitas dengan tagihan pajak, dan dukungan keuangan bagi karyawan,” jelas departemen tersebut, melalui keterangan resminya.
Penjualan mobil di Inggris diketahui merosot hingga 97% pada bulan April tahun ini. Selain itu, industri otomotif Inggris juga telah berbicara kepada pemerintahnya, agar ruang pameran dimungkinkan dibuka kembali, demi merangsang penjualan.
(wbs)
Lihat Juga :