Michelin kolaborasi bangun Porsche 919 Hybrid baru
Kamis, 06 Maret 2014 - 19:55 WIB
Michelin kolaborasi bangun Porsche 919 Hybrid baru
A
A
A
Sindonews.com - Michelin menjadi mitra teknis Porsche dalam Kejuaraan Balap Ketahanan Dunia 2014, yang digelar produsen mobil Jerman tersebut.
Michelin, yang bermarkas di Clermont-Ferrand, berperan dalam pengembangan Porsche 919 Hybrid baru, dengan merancang ban-ban khusus untuk prototipe kelas LMP1 (Le Mans Prototype 1).
Ban Michelin dikembangkan pada simulator untuk semua mitra LMP1 dan disempurnakan terhadap Porsche 919 Hybrid. Pengujian dilakukan oleh tim teknis dari kedua pihak.
"Michelin mampu mendukung Porsche dalam pengembangan 919 Hybrid baru, berkat keahlian tim kami yang luas dalam balap ketahanan. Pertukaran informasi para insinyur di Porsche dan Michelin memberikan sinergi terbaik, antara ban kami dan prototipe yang dibuat di pabrik Stuttgart tersebut,” jelas Direktur Michelin Motorsport, Pascal Couasnon, dalam siaran persnya, Kamis (6/3/2014).
Bagi para peserta FIA WEC 2014, ban memiliki peranan yang penting untuk menunjang performa dan pengelolaan kuantitas energi. Di antara beragam faktor, efisiensi energi dari prototipe LMP1 ditentukan berdasarkan dua parameter mendasar, yakni bobot prototipe dan tarikan aerodinamisnya. Kedua parameter itu secara signifikan dipengaruhi oleh ban.
Terkait dengan performa, ban Michelin secara aktif mendorong efisiensi mobil melalui sinergi dengan suspensi. Ban-ban tersebut harus mampu menahan bobot kendaraan dan juga muatan aerodinamisnya yang besar, bisa mencapai tiga kali massa mobil. Pada sirkuit tertentu dan di jalur kering, akselerasi lateral dan longitudinal yang dihasilkan prototipe ini bisa melampaui 3G.
Country Director PT Michelin Indonesia, Jean-Charles Simon mengatakan, kemenangan Michelin serta partner akan membawa dampak positif bagi pengguna mobil sport papan atas di Indonesia, khususnya merek Porsche. Kolaborasi pengetahuan dan pengalaman para tenaga ahli Michelin mampu memamerkan keunggulan atas kinerja produk Michelin dalam hal ketahanan.
“Sebagai produsen ban kelas dunia, Michelin berupaya memberikan produk ban terbaik yang didasarkan pada kualitas yang utuh atau kami sebut sebagai Michelin Total Performance. Michelin dapat mendemonstrasikan kualitas ban dengan keutaamaan aspek daya tahan, keamanan dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Data-data terkait ban Michelin di LMP1 2014:
1 Satu ukuran untuk ban depan dan belakang: 31/71-18
15% Pengurangan lebar ban Michelin produksi 2014 dibandingkan produksi 2013
(pengurangan antara 5-6 sentimeter)
0 Kompromi yang ditolerir oleh Michelin untuk produksi ban 2014 dalam hal performa
8kg Pengurangan bobot empat set ban Michelin untuk LMP1 8kg.
4 Target stint yang bisa dilakukan oleh set ban prototipe LMP1
pada ajang Le Mans 24 Hours 2014
Michelin, yang bermarkas di Clermont-Ferrand, berperan dalam pengembangan Porsche 919 Hybrid baru, dengan merancang ban-ban khusus untuk prototipe kelas LMP1 (Le Mans Prototype 1).
Ban Michelin dikembangkan pada simulator untuk semua mitra LMP1 dan disempurnakan terhadap Porsche 919 Hybrid. Pengujian dilakukan oleh tim teknis dari kedua pihak.
"Michelin mampu mendukung Porsche dalam pengembangan 919 Hybrid baru, berkat keahlian tim kami yang luas dalam balap ketahanan. Pertukaran informasi para insinyur di Porsche dan Michelin memberikan sinergi terbaik, antara ban kami dan prototipe yang dibuat di pabrik Stuttgart tersebut,” jelas Direktur Michelin Motorsport, Pascal Couasnon, dalam siaran persnya, Kamis (6/3/2014).
Bagi para peserta FIA WEC 2014, ban memiliki peranan yang penting untuk menunjang performa dan pengelolaan kuantitas energi. Di antara beragam faktor, efisiensi energi dari prototipe LMP1 ditentukan berdasarkan dua parameter mendasar, yakni bobot prototipe dan tarikan aerodinamisnya. Kedua parameter itu secara signifikan dipengaruhi oleh ban.
Terkait dengan performa, ban Michelin secara aktif mendorong efisiensi mobil melalui sinergi dengan suspensi. Ban-ban tersebut harus mampu menahan bobot kendaraan dan juga muatan aerodinamisnya yang besar, bisa mencapai tiga kali massa mobil. Pada sirkuit tertentu dan di jalur kering, akselerasi lateral dan longitudinal yang dihasilkan prototipe ini bisa melampaui 3G.
Country Director PT Michelin Indonesia, Jean-Charles Simon mengatakan, kemenangan Michelin serta partner akan membawa dampak positif bagi pengguna mobil sport papan atas di Indonesia, khususnya merek Porsche. Kolaborasi pengetahuan dan pengalaman para tenaga ahli Michelin mampu memamerkan keunggulan atas kinerja produk Michelin dalam hal ketahanan.
“Sebagai produsen ban kelas dunia, Michelin berupaya memberikan produk ban terbaik yang didasarkan pada kualitas yang utuh atau kami sebut sebagai Michelin Total Performance. Michelin dapat mendemonstrasikan kualitas ban dengan keutaamaan aspek daya tahan, keamanan dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Data-data terkait ban Michelin di LMP1 2014:
1 Satu ukuran untuk ban depan dan belakang: 31/71-18
15% Pengurangan lebar ban Michelin produksi 2014 dibandingkan produksi 2013
(pengurangan antara 5-6 sentimeter)
0 Kompromi yang ditolerir oleh Michelin untuk produksi ban 2014 dalam hal performa
8kg Pengurangan bobot empat set ban Michelin untuk LMP1 8kg.
4 Target stint yang bisa dilakukan oleh set ban prototipe LMP1
pada ajang Le Mans 24 Hours 2014
(dmd)