Toyota Minta NHTSA Tunda Peraturan Isolator di Sedan PCV

Rabu, 02 Juli 2014 - 21:19 WIB
Toyota Minta NHTSA Tunda...
Toyota Minta NHTSA Tunda Peraturan Isolator di Sedan PCV
A A A
TOKYO - Toyota Motor Corp yang baru mengumumkan akan melepas sedan PVC (Fuell Cell Vehicle) kini dihadapkan dengan sejumlah peraturan baru. NHTSA, badan keselamatan lalu lintas AS, menganjurkan Toyota agar memperkuat isolat agar mobil listrik tersebut aman digunakan.

Melansir halaman Autoevolution, Rabu (2/7/2014) peraturan FMVSS No.305 mensyaratkan PVC untuk mengisolasi tegangan tinggi yang terdapat dalam komponen EV (electric Vehicle). Persyaratan tersebut berguna untuk mengurangi risiko sengatan listrik ketika terjadi kecelakaan.

Ketika terjadi tumbukan, isolat akan memotong sumber tegangan tinggi dari baterai, mencegah strum listrik mengenai mahluk hidup didalammya.

Ada tiga skenario yang menentukan ketika sistem tegangan tinggi harus diisolasi secara otomatis. Tes untuk dampak frontal dilakukan pada kecepatan berapapun sampai mobil melaju maksimum 48kpj (30 mph), 80kpj (50 mph) untuk tumbukan belakang dan 54kpj (33 mph) untuk dampak samping.

Toyota mengatakan, FCV sebetulnya telah mempunyai isolat semacam ini. Sistem cut-off tersebut benar-benar akan menonaktifkan mobil bahkan dalam kasus kecil, seperti kesalahan saat parkir, menabrak mobil atau tiang disebelahnya.

Akibat peraturan ini, Toyota meminta NHTSA untuk menunda pemberlakuan peraturan tersebut hingga dua tahun kedepan. Agar manufaktur Jepang tersebut dapat tetap menjual mobil dan bekerja untuk solusi sementara.

NHTSA sedang mengevaluasi, dan menyatakan FCV memenuhi semua fitur keselamatan lain, serta akan menggunakan bahan isolasi ekstra untuk melindungi orang dari strum listrik ketika terjadi kasus kecelakaan dalam kecepatan tinggi.

Toyota PCV pertama kali diperkenalkan sebagai mobil konsep di Tokyo Motor Show 2013. Mobil ini akan diluncurkan di Jepang sebelum April 2015, dan persiapan sedang dilakukan untuk peluncuran di pasar Amerika Serikat serta Eropa di musim panas 2015.

Di Jepang, sedan fuel cell dibanderol sekittar 7 Juta Yen (tidak termasuk pajak konsumsi) atau sekitar Rp833.9 juta. Awalnya, penjualan akan terbatas pada region-region 1 dimana infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen sedang dikembangkan.

Harga untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa belum diputuskan. Demikian juga, informasi lebih terperinci, seperti spesifikasi, harga yang tepat dan target penjualan akan diumumkan kemudian.

Komitmen Toyota untuk kendaraan ramah lingkungan didasarkan pada tiga prinsip dasar memanfaatkan sumber energi yang beragam, mengembangkan kendaraan efisiensi tinggi namun rendah emisi. Hal ini akan mendorong perubahan lingkungan yang nyata dan positif dengan mempopulerkan kendaraan ini.

Mobil Hijau
Hidrogen merupakan bahan bakar alternatif yang sangat menjanjikan. Hal ini dapat dihasilkan dari berbagai sumber energi primer termasuk tenaga surya dan tenaga angin. Ketika dikompresi, energi ini memiliki kepadatan yang lebih tinggi dari baterai yang digunakan dalam kendaraan listrik.

Selain potensinya sebagai bahan bakar untuk rumah dan penggunaan otomotif, hidrogen dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pembangkit listrik skala besar.

Toyota telah mengembangkan kendaraan fuel cell secara internal selama lebih dari 20 tahun. Sistem fuel cell Toyota termasuk di dalamnya“FC Stack”, yang menghasilkan listrik dari reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen di sebuah tangki hidrogen bertekanan tinggi. Pada 2002, Toyota mulai penyewaan "FCHV", sebuah SUV sel bahan bakar, secara terbatas di Jepang dan Amerika Serikat

Sedan fuel cell Toyota saat ini, memiliki performa mirip dengan kendaraan bermesin bensin, dengan rata-rata 2 jelajah sekitar 700 km (menurut pengukuran Toyota yang dilakukan oleh Kementerian Pertanahan Jepang, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata) dengan waktu pengisian bahan bakar kira-kira tiga menit.

Saat dikendarai, mobil ini hanya menghasilkan emisi berupa uap air yang dihasilkan oleh reaksi antara hidrogen dan oksigen. Kendaraan fuel cell berkontribusi pada diversifikasi bahan bakar mobil, tidak memancarkan CO2 atau zat-zat berbahaya bagi lingkungan selama beroperasi, dan menawarkan kenyamanan mobil berbahan bakar konvensional.
(dol)
Berita Terkait
Perbedaan Avanza dan...
Perbedaan Avanza dan Calya, Yuk Simak Penjelasan Berikut Ini!
Suku Cadang Toyota Avanza...
Suku Cadang Toyota Avanza Ternyata Bisa Dipakai di Mitsubishi Xpander
Sejarah Toyota dan Makna...
Sejarah Toyota dan Makna Logo Ovalnya yang Khas
Kejar Target, Toyota...
Kejar Target, Toyota Siap Produksi 750 Ribu Mobil pada Februari 2023
Toyota Hilux Bertampang...
Toyota Hilux Bertampang Jadul Muncul di TAS 2023
Toyota Siap Hadirkan...
Toyota Siap Hadirkan Hilux Bertenaga Hybrid
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved