Konsumen BMW i8 Rogoh Rp1,2 Miliar Agar Mobil Cepat Dikirim
Senin, 12 Januari 2015 - 12:25 WIB
Konsumen BMW i8 Rogoh Rp1,2 Miliar Agar Mobil Cepat Dikirim
A
A
A
ORANGE COUNTY - Pembeli BMW i8 yang sudah tidak sabar menunggu mobilnya datang ke rumah, rela membayar biaya tambahan ke dealer supaya supercar hibrid tersebut cepat sampai ke garasi rumah mereka.
Dilansir dari Worldcarfans, Senin (12/11/2015), agar mobilnya cepat sampai, para pembeli yang sebelumnya sudah memberikan tanda jadi (DP/Down Payment) harus membayar biaya tambahan hingga USD100 ribu atau sekitar Rp1,26 miliar.
Akibat lebih besar permintaan daripada kecepatan produksi. Tahun lalu, Head Sales & Marketing BMW Group Ian Robertson sempat mengatakan pembeli setidaknya masuk daftar tunggu 18 bulan di beberapa pasar.
Dealer memanfaatkan kondisi ini untuk mengunting dalam lipatan, dan "memaksa" pembeli setuju membayar harga lebih tinggi dari seharusnya dan menjanjikan mobil cepat sampai ke tangan mereka.
Rumor mengenai dealer yang meminta tambahan biaya kepada konsumen BMW i8 sejatinya bukan kabar baru. Pada Agustus 2014, terungkap beberapa dealer yang meminta tambahan biaya.
Meski taktik tersebut bukan manuver baru, namun angka tersebut cukup fantastis. Sebab harga standar i8 mencapai USD147 ribu atau sekitar Rp1,85 miliar. Artinya dengan tambahan tersebut pembeli harus merogoh kocek hingga Rp3,12 miliar.
Dealer yang diketahui mendongkrak harga ialah BMW Irvine di Orange County, California. Pihaknya beralasan kenaikan harga merupakan bentuk penyesuaian pasar dari tingginya minat terhadap i8.
Dilansir dari Worldcarfans, Senin (12/11/2015), agar mobilnya cepat sampai, para pembeli yang sebelumnya sudah memberikan tanda jadi (DP/Down Payment) harus membayar biaya tambahan hingga USD100 ribu atau sekitar Rp1,26 miliar.
Akibat lebih besar permintaan daripada kecepatan produksi. Tahun lalu, Head Sales & Marketing BMW Group Ian Robertson sempat mengatakan pembeli setidaknya masuk daftar tunggu 18 bulan di beberapa pasar.
Dealer memanfaatkan kondisi ini untuk mengunting dalam lipatan, dan "memaksa" pembeli setuju membayar harga lebih tinggi dari seharusnya dan menjanjikan mobil cepat sampai ke tangan mereka.
Rumor mengenai dealer yang meminta tambahan biaya kepada konsumen BMW i8 sejatinya bukan kabar baru. Pada Agustus 2014, terungkap beberapa dealer yang meminta tambahan biaya.
Meski taktik tersebut bukan manuver baru, namun angka tersebut cukup fantastis. Sebab harga standar i8 mencapai USD147 ribu atau sekitar Rp1,85 miliar. Artinya dengan tambahan tersebut pembeli harus merogoh kocek hingga Rp3,12 miliar.
Dealer yang diketahui mendongkrak harga ialah BMW Irvine di Orange County, California. Pihaknya beralasan kenaikan harga merupakan bentuk penyesuaian pasar dari tingginya minat terhadap i8.
(dol)