Jika Berbahaya, Pengamat Sarankan Pejabat Indonesia Jangan Main TikTok

Senin, 27 Juli 2020 - 11:59 WIB
Negara di Eropa melakukan pengawasan data TikTok karena berbagai tuduhan bahwa TikTok digunakan spionase. Tetapi sebenarnya, lanjut Pratama, hal yang sama juga bisa diarahkan ke AS, karena memiliki aturan Foreign Surveillance Act, yang memungkinkan pihak aparat di AS untuk masuk dan mengambil data raksasa teknologi.

“Yang paling masuk akal dilakukan adalah, para pejabat penting dan lingkarannya jangan bermain TikTok, bila memang khawatir,” kata Pratama menyarankan.

“Bila masyarakat mau memakai sebenarnya tidak ada masalah. Namun, bila memang ada kebutuhan para pejabat serta politisi untuk branding diri atau lembaga, sebaiknya menggunakan gawai yang berbeda dari gawai yang sehari-hari digunakan,” imbuhnya.

Pratama menambahkan, TikTok seperti platform internet lainnya tetap menyimpan dan mengolah data pengguna. Hal inilah yang dicurigai oleh AS dan Eropa, bahwa data pengguna serta aplikasi TikTok digunakan untuk mata-mata.

Aplikasi game Pokemon juga pernah mendapat tuduhan serupa. Tetapi tuduhan teesebut juga tidak terbukti. Malah isu-isu besar seperti ini sebenarnya mungkin dimanfaatkan menjadi sarana promosi gratis aplikasi-aplikasi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!