Bikin Bangga, Karoseri Laksana dapat Pesanan Ribuan Bus dari Luar Negeri
Kamis, 17 Agustus 2023 - 17:23 WIB
“Ya kita sih sebenernya sudah merintis cukup lama. Di 2008 itu kita sempat ada inquiry dari kepulauan Fiji. Nah, kemudian kita tindak lanjuti dan dari situ memang pertamanya sedikit (pemesanannya). Beberapa unit saja, tapi berjalannya waktu itu kita ekspor ke fiji sampai di angka 200 unit,” kata Stefan kepada SINDONews.
Namun, karoseri Laksana sempat terkendala oleh aturan emisi yang ketat di negara-negara tujuan ekspor. Ini membuat pemesanan sempat terhenti, hingga akhirnya Indonesia juga memberlakukan hal yang sama.
“Di Fuji memang ada perubahan standar emisi, di sana harus menggunakan mesin yang emisi gas buangnya sudah Euro4. Sedangkan di Indonesia belum tersedia, maka dari itu kita kemudian coba cari negara lain yang untuk kita bisa ekspor. Setelah itu kita ketemu Bangladesh. Di Bangladesh itu kita ekspor dimulai dari 2019, 2021, dan 2022,” ujarnya.
Meski mendapat pesanan sampai ribuan unit bus, Stefan mengatakan saat ini karoseri Laksana baru bisa mengekspor sebagian permintaan. Permintaan yang tinggi di Indonesia, serta pandemi Covid-19 menjadi penyebab tersendatnya proses ekspor.
“(Total) yang diekspor sekarang sekitar 220 unit. Saat ini ya, memang kemarin dengan adanya pandemi itu kan memang mempengaruhi industri bus, enggak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia,” tutur Stefan.
Namun, karoseri Laksana sempat terkendala oleh aturan emisi yang ketat di negara-negara tujuan ekspor. Ini membuat pemesanan sempat terhenti, hingga akhirnya Indonesia juga memberlakukan hal yang sama.
“Di Fuji memang ada perubahan standar emisi, di sana harus menggunakan mesin yang emisi gas buangnya sudah Euro4. Sedangkan di Indonesia belum tersedia, maka dari itu kita kemudian coba cari negara lain yang untuk kita bisa ekspor. Setelah itu kita ketemu Bangladesh. Di Bangladesh itu kita ekspor dimulai dari 2019, 2021, dan 2022,” ujarnya.
Meski mendapat pesanan sampai ribuan unit bus, Stefan mengatakan saat ini karoseri Laksana baru bisa mengekspor sebagian permintaan. Permintaan yang tinggi di Indonesia, serta pandemi Covid-19 menjadi penyebab tersendatnya proses ekspor.
“(Total) yang diekspor sekarang sekitar 220 unit. Saat ini ya, memang kemarin dengan adanya pandemi itu kan memang mempengaruhi industri bus, enggak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia,” tutur Stefan.
Lihat Juga :