Tak Disangka, Mobil Balap Formula E Ini Terbuat dari Limbah Daur Ulang
Senin, 25 Desember 2023 - 19:10 WIB
Salah satu alasan utama e-waste sulit dikelola karena banyak orang tidak menyadari dampaknya dan cara membuangnya dengan benar. Juga ada kekurangan kebijakan dan regulasi yang efektif untuk mendorong pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang e-waste. Selain itu, kurangnya infrastruktur dan fasilitas yang memadai untuk mengumpulkan, mengangkut, dan memproses e-waste dengan aman dan efisien.
Tim Formula E dari Envision Racing mengubahnya dengan memodifikasi mobil balap e-waste. Envision Racing bukan hanya tim Formula E terkemuka, tetapi juga juara bertahan. Program Race Against Climate Change-nya bertujuan untuk menginspirasi dan memberdayakan penggemar serta masyarakat umum untuk mengambil tindakan terhadap perubahan iklim.
Sebagai bagian dari program ini, tim memutuskan untuk membuat mobil yang akan meningkatkan kesadaran tentang e-waste dan solusinya. Mereka bekerja sama dengan Liam Hopkins, seorang seniman dan desainer asal Inggris yang ahli dalam menciptakan patung dan instalasi dari bahan daur ulang. Mereka juga bekerja sama dengan Music Magpie, perusahaan teknologi Inggris yang membeli dan menjual barang elektronik bekas, untuk mendapatkan e-waste untuk mobil ini.
Baca Juga: Dunia Dikepung Sampah Elektronik, Negara Mana Penyumbang Terbesarnya?
Hasil kolaborasinya berupa mobil Recover-E, mobil Formula E Gen3 berukuran penuh yang dapat dikendarai sepenuhnya terbuat dari e-waste. Mobil ini memiliki berat 1.375 kilogram dan dapat mencapai kecepatan hingga 174 mph.
Mobil ini terbuat dari berbagai produk elektronik, seperti laptop, keyboard, mouse, ponsel, rokok elektronik, baterai, dan kabel. Mobil ini menunjukkan bagaimana e-waste dapat diubah dan digunakan kembali secara kreatif dan inovatif, bukannya dibuang dan dilupakan.
Tim Formula E dari Envision Racing mengubahnya dengan memodifikasi mobil balap e-waste. Envision Racing bukan hanya tim Formula E terkemuka, tetapi juga juara bertahan. Program Race Against Climate Change-nya bertujuan untuk menginspirasi dan memberdayakan penggemar serta masyarakat umum untuk mengambil tindakan terhadap perubahan iklim.
Sebagai bagian dari program ini, tim memutuskan untuk membuat mobil yang akan meningkatkan kesadaran tentang e-waste dan solusinya. Mereka bekerja sama dengan Liam Hopkins, seorang seniman dan desainer asal Inggris yang ahli dalam menciptakan patung dan instalasi dari bahan daur ulang. Mereka juga bekerja sama dengan Music Magpie, perusahaan teknologi Inggris yang membeli dan menjual barang elektronik bekas, untuk mendapatkan e-waste untuk mobil ini.
Baca Juga: Dunia Dikepung Sampah Elektronik, Negara Mana Penyumbang Terbesarnya?
Hasil kolaborasinya berupa mobil Recover-E, mobil Formula E Gen3 berukuran penuh yang dapat dikendarai sepenuhnya terbuat dari e-waste. Mobil ini memiliki berat 1.375 kilogram dan dapat mencapai kecepatan hingga 174 mph.
Mobil ini terbuat dari berbagai produk elektronik, seperti laptop, keyboard, mouse, ponsel, rokok elektronik, baterai, dan kabel. Mobil ini menunjukkan bagaimana e-waste dapat diubah dan digunakan kembali secara kreatif dan inovatif, bukannya dibuang dan dilupakan.
Lihat Juga :