JAC Yiwei Mobil Listrik Pertama yang Menggunakan Baterai dari Garam
Senin, 01 Januari 2024 - 12:43 WIB
JAC Yiwei menjadi sejarah ketika baterainya diproduksi dari garam dan dipasok oleh HiNa Battery, sebuah perusahaan teknologi yang memiliki hubungan dekat dengan Institut Fisika, Akademi Ilmu Pengetahuan China.
Baterai ini akan menggunakan modul teknis baterai yang diproduksi oleh JAC sendiri dengan rangka seperti sarang lebah dan memiliki kemiripan dengan Blade Battery yang diproduksi oleh BYD. Pelanggan akan menerima Yiwei JAC ini mulai awal Februari 2024.
JAC Yiwei 3 diperkenalkan di Shanghai Auto Show pada Februari 2023 dengan varian pertama menggunakan baterai LFP (lithium ferrous phosphate) dan JAC menjanjikan baterai berbahan garam akan diluncurkan nanti.
Baterai ion natrium yang digunakan diberi nama Sehol E10X, menawarkan listrik hingga 25kWh dengan kepadatan energi 120kWh/kg. Angka tersebut sebenarnya lebih rendah dibandingkan baterai LFP (160kWh/kg) dan baterai NMC (200kWh/kg).
Baterai ini dapat diisi menggunakan DCFC dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu 20 menit dengan sekali pengisian penuh menawarkan jarak tempuh hingga 252km.
Baterai ini akan menggunakan modul teknis baterai yang diproduksi oleh JAC sendiri dengan rangka seperti sarang lebah dan memiliki kemiripan dengan Blade Battery yang diproduksi oleh BYD. Pelanggan akan menerima Yiwei JAC ini mulai awal Februari 2024.
JAC Yiwei 3 diperkenalkan di Shanghai Auto Show pada Februari 2023 dengan varian pertama menggunakan baterai LFP (lithium ferrous phosphate) dan JAC menjanjikan baterai berbahan garam akan diluncurkan nanti.
Baterai ion natrium yang digunakan diberi nama Sehol E10X, menawarkan listrik hingga 25kWh dengan kepadatan energi 120kWh/kg. Angka tersebut sebenarnya lebih rendah dibandingkan baterai LFP (160kWh/kg) dan baterai NMC (200kWh/kg).
Baterai ini dapat diisi menggunakan DCFC dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu 20 menit dengan sekali pengisian penuh menawarkan jarak tempuh hingga 252km.
Lihat Juga :