Luhut Sebut Baterai LFP Tak Bisa Didaur Ulang, Bagaimana Faktanya?

Sabtu, 27 Januari 2024 - 11:51 WIB
Baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dan NCM (Nickel Cobalt Manganese) adalah dua jenis baterai lithium-ion yang umum digunakan dalam kendaraan listrik dan penyimpanan energi.

Namun, ada perbedaan dalam proses daur ulang keduanya. Sebenarnya, baterai LFP dapat didaur ulang. Namun, ada beberapa pertimbangan yang membuatnya tidak sepopuler baterai NCM dalam hal ini. Berikut adalah beberapa alasan:

1. Proses Daur Ulang yang Sulit

Baterai LFP memiliki desain sederhana dengan lebih sedikit jenis logam berat yang terlibat dibandingkan dengan baterai NCM. Meskipun dapat didaur ulang, proses daur ulang baterai LFP sering kali dianggap lebih sulit dan lebih mahal. Sehingga tidak memenuhi skala ekonomi.

2. Efisiensi Daur Ulang yang Lebih Rendah

Dalam beberapa kasus, efisiensi daur ulang baterai LFP dapat lebih rendah daripada baterai NCM. Ini bisa disebabkan oleh tingkat pemurnian yang lebih tinggi yang diperlukan untuk memisahkan unsur-unsur dalam baterai LFP.

3. Nilai Komersial Rendah

Baterai LFP dapat mengandung lebih banyak kontaminan yang sulit dipisahkan selama proses daur ulang. Ini dapat mengakibatkan kualitas material daur ulang yang lebih rendah. Selain itu, baterai LFP terdiri dari lithium dan besi. Limbah baterai LFP memiliki nilai komersial lebih rendah daripada limbah baterai lithium NCM, dimana nikel, kobalt, mangan, dan aluminium dapat mudah diekstraksi dan memiliki nilai komersial lebih baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!