Toyota Kembali Terlibat Skandal Pelanggaran Sertifikasi
Selasa, 04 Juni 2024 - 10:12 WIB
Kementerian tersebut mengatakan bahwa praktik sertifikasi yang tidak benar ditemukan dalam proses yang dilakukan pada tiga model saat ini yang masih berjalan produksinya dan empat model sebelumnya di Toyota.
Terkait temuan itu, kementerian menginstruksikan kepada Toyota, Mazda, dan juga Yamaha untuk mengentikan sementara produksi terhadap model yang terdampak. Salah satunya Yaris Cross yang diduga menyalahi aturan sertifikasi.
Dalam keterangan resmi, Toyota mengatakan permohonan sertifikasi model yang dimaksud melibatkan data yang tidak memadai dalam uji perlindungan pejalan kaki dan penumpang untuk tiga model produksi (Corolla Fielder / Axio dan Yaris Cross) dan kesalahan dalam uji tabrak dan metode pengujian lainnya untuk empat model yang dihentikan (Crown, Isis, Sienta, dan RX ).
Meski penyelidikan masih berlangsung, tujuh model, termasuk beberapa yang sudah dihentikan produksinya sejak 2014. Pengujian dilakukan menggunakan metode yang berbeda dari standar pemerintah, dan telah melaporkan itu ke MLIT pada 31 Mei 2024.
Mengenai masalah tersebut, Chairman Toyota Akio Toyota menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh konsumen. Bahkan, ia mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya bukanlah sebuah perusahaan sempurna yang bebas dari masalah.
Terkait temuan itu, kementerian menginstruksikan kepada Toyota, Mazda, dan juga Yamaha untuk mengentikan sementara produksi terhadap model yang terdampak. Salah satunya Yaris Cross yang diduga menyalahi aturan sertifikasi.
Dalam keterangan resmi, Toyota mengatakan permohonan sertifikasi model yang dimaksud melibatkan data yang tidak memadai dalam uji perlindungan pejalan kaki dan penumpang untuk tiga model produksi (Corolla Fielder / Axio dan Yaris Cross) dan kesalahan dalam uji tabrak dan metode pengujian lainnya untuk empat model yang dihentikan (Crown, Isis, Sienta, dan RX ).
Meski penyelidikan masih berlangsung, tujuh model, termasuk beberapa yang sudah dihentikan produksinya sejak 2014. Pengujian dilakukan menggunakan metode yang berbeda dari standar pemerintah, dan telah melaporkan itu ke MLIT pada 31 Mei 2024.
Mengenai masalah tersebut, Chairman Toyota Akio Toyota menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh konsumen. Bahkan, ia mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya bukanlah sebuah perusahaan sempurna yang bebas dari masalah.
Lihat Juga :