Stellantis Akui Mobil China Kalahkan Volkswagen di Kandang Sendiri

Kamis, 19 September 2024 - 08:03 WIB
“Kami telah dikritik karena hal ini, karena mengambil keputusan yang...tidak selalu dipahami dengan baik,” kata Tavares, seraya menambahkan bahwa kuncinya adalah menjual kendaraan listrik dengan harga yang sama dengan model bensin tradisional.

Awal bulan ini, produsen mobil terbesar di Eropa, Volkswagen mengumumkan pihaknya mempertimbangkan untuk pertama kalinya dalam sejarahnya menutup pabrik di negara asalnya, Jerman.

Pengumuman Volkswagen telah memicu spekulasi bahwa lebih banyak produsen mobil Eropa akan mengevaluasi langkah serupa sebagai respons terhadap rendahnya tingkat utilisasi pabrik di wilayah tersebut, meningkatnya tekanan harga dari pesaingnya di Asia, dan lingkungan ekonomi yang lebih sulit.

“Kami bekerja sangat keras untuk menghindari situasi itu dan masa depan akan menentukan apakah kami dapat menghindari masalah apa pun atau tidak, masih terlalu dini untuk mengatakannya saat ini,” kata Tavares.

Antara tahun 2021 – ketika dibentuk melalui penggabungan Fiat Chrysler dan pembuat Peugeot PSA – dan tahun 2023, Stellantis mengurangi tenaga kerjanya hampir 20.000 orang di Eropa, sebagian besar melalui pemutusan hubungan kerja secara sukarela.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!