Hindari Perang Harga, Neta Ingin Fokus Jualan di Luar China
Kamis, 03 Oktober 2024 - 20:55 WIB
Analis dan beberapa eksekutif industri senior memperkirakan perubahan besar di sektor kendaraan listrik Tiongkok dalam beberapa tahun ke depan.
Konsultan AS AlixPartners memperkirakan pada bulan Juli bahwa hanya 19 dari 137 perusahaan kendaraan listrik Tiongkok pada tahun 2023 yang akan memperoleh keuntungan pada tahun 2030.
Selebihnya, kata dia, terpaksa menutup, melakukan konsolidasi, atau bersaing memperebutkan pangsa pasar yang kecil.
Dalam prediksi yang lebih buruk, Chairman Chery Automobile Yin Tongyue dan CEO Huawei Yu Chengdong mengatakan hanya sekitar lima merek kendaraan listrik Tiongkok yang akan ada dalam waktu dekat.
Saat ini, hanya beberapa produsen kendaraan listrik China seperti BYD dan Li Auto yang memperoleh keuntungan.
Namun, Fang menegaskan bahwa semuanya belum hilang. “Di sektor kendaraan listrik, akan ada peningkatan permintaan pada pasar khusus, yang sulit dimonopoli oleh satu atau beberapa perusahaan,” katanya kepada Nikkei Asia.
Konsultan AS AlixPartners memperkirakan pada bulan Juli bahwa hanya 19 dari 137 perusahaan kendaraan listrik Tiongkok pada tahun 2023 yang akan memperoleh keuntungan pada tahun 2030.
Selebihnya, kata dia, terpaksa menutup, melakukan konsolidasi, atau bersaing memperebutkan pangsa pasar yang kecil.
Dalam prediksi yang lebih buruk, Chairman Chery Automobile Yin Tongyue dan CEO Huawei Yu Chengdong mengatakan hanya sekitar lima merek kendaraan listrik Tiongkok yang akan ada dalam waktu dekat.
Saat ini, hanya beberapa produsen kendaraan listrik China seperti BYD dan Li Auto yang memperoleh keuntungan.
Namun, Fang menegaskan bahwa semuanya belum hilang. “Di sektor kendaraan listrik, akan ada peningkatan permintaan pada pasar khusus, yang sulit dimonopoli oleh satu atau beberapa perusahaan,” katanya kepada Nikkei Asia.
Lihat Juga :