Diprotes, Toyota Akhirnya Hentikan Dukungan untuk LGBTQ+

Senin, 07 Oktober 2024 - 15:07 WIB
Keputusan Toyota ini menuai pro dan kontra. Beberapa pihak mengapresiasi langkah Toyota untuk menghindari kontroversi, sementara yang lain mengkritik Toyota. Foto:
JAKARTA - Toyota memutuskan menghentikan dukungannya terhadap komunitas LGBTQ+. Keputusan ini diambil setelah adanya protes dari aktivis anti-DEI (Diversity, Equity, and Inclusion) yang menyerukan boikot terhadap Toyota karena dukungannya terhadap acara dan inisiatif LGBTQ+.

Toyota menyatakan bahwa mereka ingin menghindari "diskusi yang sangat dipolitisasi" seputar komitmen perusahaan terhadap DEI. Mereka juga akan memfokuskan kembali program DEI dan menghentikan partisipasi dalam peringkat dan survei yang berkaitan dengan isu LGBTQ+.

Perusahaan akan "mempersempit aktivitas komunitas agar selaras dengan pendidikan STEM dan kesiapan tenaga kerja," . Demikian memo internal perusahaan kepada 50.000 karyawan dan 1.500 dealer di AS.

Catatan itu muncul seminggu setelah aktivis anti-DEI, Robby Starbuck, memulai kampanye media sosial melawan perusahaan, menyerukan boikot pelanggan karena dukungannya terhadap acara LGBTQ dan inisiatif lainnya.

Dampak dari Keputusan Toyota

Keputusan Toyota ini menuai pro dan kontra. Beberapa pihak mengapresiasi langkah Toyota untuk menghindari kontroversi, sementara yang lain mengkritik Toyota karena dinilai menyerah pada tekanan kelompok konservatif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!