Diserbu Merek China, Penjualan Mobil Tesla Terjun Bebas
Minggu, 05 Januari 2025 - 17:25 WIB
Perusahaan tersebut belum merilis hasil keuangan yang dapat memberikan petunjuk tambahan tentang kinerja merek tersebut. Itu akan dirilis pada 29 Januari setelah pasar tutup.
Laporan penjualan Tesla belum mampu membantu memulihkan saham perusahaan yang menurun. Kini, atau ketika artikel dibuat, saham Tesla telah turun 6,8 persen. Selama lima hari perdagangan terakhir, TSLA telah turun dari harga tertinggi US$ 465 per saham menjadi hanya 375 dolar AS.
Salah satu faktor yang bisa menyelamatkan Tesla dari penurunan penjualan adalah kemunculan Model Y versi terbaru dengan kode proyek Juniper. Kendaraan tersebut digadang-gadang akan meluncur bulan depan dan menjadi jagoan baru perusahaan di pasar global.
Chief Executive Officer (CEO) Tesla Elon Musk memprediksi penjualan mobil listriknya akan meningkat 20 persen pada tahun ini. Lebih lagi, pihaknya juga berencana menjual kendaraan dengan banderol lebih terjangkau.
Sebelumnya, BYD, raksasa otomotif asal China mencatatkan penjualan besar sepanjang 2024. Secara global, mereka berhasil memasarkan kendaraan energi baru (NEV) sebanyak 4,2 juta unit, termasuk di Indonesia.
Laporan penjualan Tesla belum mampu membantu memulihkan saham perusahaan yang menurun. Kini, atau ketika artikel dibuat, saham Tesla telah turun 6,8 persen. Selama lima hari perdagangan terakhir, TSLA telah turun dari harga tertinggi US$ 465 per saham menjadi hanya 375 dolar AS.
Salah satu faktor yang bisa menyelamatkan Tesla dari penurunan penjualan adalah kemunculan Model Y versi terbaru dengan kode proyek Juniper. Kendaraan tersebut digadang-gadang akan meluncur bulan depan dan menjadi jagoan baru perusahaan di pasar global.
Chief Executive Officer (CEO) Tesla Elon Musk memprediksi penjualan mobil listriknya akan meningkat 20 persen pada tahun ini. Lebih lagi, pihaknya juga berencana menjual kendaraan dengan banderol lebih terjangkau.
Sebelumnya, BYD, raksasa otomotif asal China mencatatkan penjualan besar sepanjang 2024. Secara global, mereka berhasil memasarkan kendaraan energi baru (NEV) sebanyak 4,2 juta unit, termasuk di Indonesia.
(wbs)
Lihat Juga :