Sempat Ngetop Saat Pandemi, Kini Sepeda Brompton Merana: Cuan Anjlok 99%

Selasa, 07 Januari 2025 - 08:01 WIB
"Industri ini masih dalam keadaan kacau dan tidak akan membaik tahun ini," kata Butler-Adams. "Tidak akan seburuk tahun 2024, tetapi masih ada kelebihan stok."

"Diskon Gila-gilaan" dan kebangkrutan

Bisnis sepeda di seluruh dunia, terutama di AS dan Eropa, telah terpukul oleh penjualan yang buruk dan pemotongan harga setelah booming selama Covid 19 menyebabkan produksi yang terlalu optimis, yang mengarah ke kelebihan stok di gudang dan toko.

Sejumlah merek dan pengecer sepeda telah bangkrut dalam dua tahun terakhir, termasuk pengecer online Wiggle dan i-ride.co.uk, serta produsen sepeda Inggris Mercian, Orange Mountain Bikes, dan P Bairstow.

Ancaman dari "Si Murah" dan "Si Canggih"

Butler-Adams mengatakan bahwa Brompton telah terkena dampak pemotongan harga yang luas oleh bisnis yang bermasalah yang mencoba menghabiskan stok, terutama di Eropa dan AS. Industri ini juga menghadapi persaingan dari skema sepeda sewa listrik, seperti Lime, dan munculnya pesaing China yang lebih murah serta startup Inggris Gocycle.

"Siasat" Brompton untuk Bertahan

Brompton telah menunda rencana untuk pindah ke kantor pusat baru di Ashford, Kent, dan membatalkan dividen kepada pemegang saham setelah keuntungan menurun.

Pada awal 2024, mereka juga mengumpulkan dana sebesar £16 juta (sekitar Rp300 miliar) dari BGF, sebuah dana yang dibentuk oleh bank-bank termasuk Barclays, HSBC, dan Lloyds, dengan imbal balik 8,5% saham di Brompton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!