GM Tumbang di China, Bisnis 100 Tahun Hancur Akibat Revolusi Mobil Listrik

Selasa, 04 Februari 2025 - 18:01 WIB

Biaya Besar Akibat Kegagalan Beradaptasi

GM terlambat dalam merespons pergeseran ke kendaraan listrik di China. Kegagalan ini memiliki konsekuensi finansial besar. Dalam laporan keuangan bulan Desember 2024, GM memperkirakan biaya penyesuaian bisnisnya di Tiongkok mencapai USD5 miliar (sekitar Rp78 triliun) untuk pemutusan aset dan restrukturisasi. Pada kuartal terakhir 2024, GM melaporkan kerugian bersih hampir USD3 miliar (sekitar Rp46 triliun), yang sebagian besar disebabkan oleh biaya restrukturisasi di China.

Baca Juga: BYD Seal 05 DM-i Plug-in-Hybrid Akan Meluncur 6 Hari Lagi

GM bukan satu-satunya perusahaan otomotif yang tertinggal dalam revolusi kendaraan listrik di China. Sebagian besar produsen mobil tradisional dari Barat gagal mengantisipasi pergeseran ini dan kini harus mengejar ketertinggalan. Namun, kasus GM menjadi contoh yang paling mencolok: Ketika pasar Amerika Serikat masih ragu untuk beralih ke kendaraan listrik, bagaimana produsen mobil asal AS bisa tetap relevan di pasar global yang sudah melangkah kearahberbeda?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!