Mercy Bagong, Truk Legendaris yang Pernah Dirakit di Tanjung Priok

Minggu, 09 Februari 2025 - 23:01 WIB
Dalam regulasi Strassenverkehrs-Zulassungs-Ordnung (StVZ) diatur tentang maksimal panjang truk. Untuk panjang sebuah kendaraan bermotor di Jerman hanya diizinkan maksimal 18 meter.

Pada 1955, Mercedes-Benz mengeluarkan truk tanpa moncong seperti yang digunakan kebanyakan truk saat ini. Ini berhasil memperbesar daya angkut, tapi kabin menjadi lebih sempit dan sangat dalam melakukan perawatan mesin.

Pasalnya, untuk memperbaiki mesin harus membuka jok terlebih dahulu karena kabinnya paten tidak bisa dibuka seperti trus di era modern. Ini membuat para insinyur Mercedes-Benz kembali berpikir unruk membuat truk yang lebih efisien.

Akhirnya, pada 1958 muncul L Series untuk heavy duty, dan 1959 untuk medium duty dengan memiliki moncok yang tidak terlalu panjang. Itu juga membuat trus tersebut memiliki julukan Kurzhauber yang berarti ‘truk bermoncong pendek’.

Sebelum tahun 1967-an, Mercedes-Benz L Series memiliki kaca depan yang lebih pendek dengan dua wiper yang menumpuk di tengah. Sedangkan pembaruan dilakukan pada 1967 dengan membuat kada depan lebih besar dengan menempatkan tiga wiper.

Mercy Nonong masuk ke Indonesia sejak 1960, yang awalnya digunakan untuk kendaraan operasional pemerintah dan ABRI. Pada awal 1970-an, truk ini baru bisa dimiliki oleh masyarakat sipil yang dipasarkan oleh PT Star Motors Indonesia.

Pada 1971, PT Star Motors Indonesia memproduksi Mercy Nonong secara Completely Knock Down (CKD) pada sebuah pabrik di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perakitannya bersamaan dengan Mercy LP atau dikenal Mercy Kotak/Tepak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!