Imbangi BYD, China Berencan Gabungkan Dongfeng dan Changan
Minggu, 16 Maret 2025 - 02:25 WIB
Mobil listrik Dongfeng. FOTO/ XIANHUA
BEIJING - Beijing dikatakan berencana untuk menggabungkan dua perusahaan otomotif milik negara, Dongfeng Motor dan Changan Automobile, menjadi satu grup induk sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi kelebihan kapasitas dan meningkatkan daya saing industri kendaraan listrik (EV) China.
BACA JUGA - Ini Beda BYD Seal, BYD Dolphin, dan BYD Atto 3 yang Bakal Masuk Indonesia
Pengumuman terkini oleh Dongfeng Motor Group yang terdaftar di Hong Kong dan Changan Automobile yang terdaftar di Shenzhen mengindikasikan bahwa pemegang saham utama mereka sedang memeriksa transaksi aset, yang mungkin mengubah struktur kepemilikan perusahaan induk mereka masing-masing.
Rumor tentang kemungkinan merger telah memberikan dampak positif pada pasar saham, dengan saham Dongfeng naik 26 persen menjadi HKD4,06 pada hari Senin, sementara saham Changan Automobile naik 4,7 persen menjadi 14,18 yuan.
Menurut Ivan Li, seorang manajer dana di Loyal Wealth Management Shanghai, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah China untuk mendorong konsolidasi di sektor otomotif, karena persaingan ketat di industri ini telah memengaruhi sebagian besar produsen.
Jika penggabungan ini terealisasi, entitas yang baru dibentuk itu akan menjadi produsen kendaraan terbesar di China, melampaui BYD yang saat ini mendominasi pasar kendaraan listrik global.
BACA JUGA - Ini Beda BYD Seal, BYD Dolphin, dan BYD Atto 3 yang Bakal Masuk Indonesia
Pengumuman terkini oleh Dongfeng Motor Group yang terdaftar di Hong Kong dan Changan Automobile yang terdaftar di Shenzhen mengindikasikan bahwa pemegang saham utama mereka sedang memeriksa transaksi aset, yang mungkin mengubah struktur kepemilikan perusahaan induk mereka masing-masing.
Rumor tentang kemungkinan merger telah memberikan dampak positif pada pasar saham, dengan saham Dongfeng naik 26 persen menjadi HKD4,06 pada hari Senin, sementara saham Changan Automobile naik 4,7 persen menjadi 14,18 yuan.
Menurut Ivan Li, seorang manajer dana di Loyal Wealth Management Shanghai, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah China untuk mendorong konsolidasi di sektor otomotif, karena persaingan ketat di industri ini telah memengaruhi sebagian besar produsen.
Jika penggabungan ini terealisasi, entitas yang baru dibentuk itu akan menjadi produsen kendaraan terbesar di China, melampaui BYD yang saat ini mendominasi pasar kendaraan listrik global.
Lihat Juga :