Simfoni Alam dan Otomotif: Misi Mulia Jetour Selamatkan Sang Raja Kecepatan dari Kepunahan!
Rabu, 23 April 2025 - 11:06 WIB
Kesadaran akan urgensi perlindungan satwa liar membuat Jetour terlibat aktif dalam konservasi cheetah. Foto: Sindonews/Danang Arradian
SHANGHAI - Di tengah gemuruh roda dan deru mesin, aliansi tak terduga terjalin. Jetour, pabrikan otomotif China dengan strategi "Travel+" yang unik, punya misi mulia untuk melindungi cheetah dengan menggandeng Cheetah Conservation Fund (CCF). Mereka menjaga agar hewan darat tercepat di dunia itu tidak terperosok dalam jurang kepunahan yang semakin menganga.
Lobi Hotel The Grand Halls, Shanghai, Selasa (22/4) malam, berubah bak sebuah savana di Afrika. Terutama, karena mobil Jetour T2 yang dibalut gambar cheetah tampil gagah di tengah-tengah lobi. Ada apa?
Dunia mengenal cheetah sebagai simbol kecepatan dan keanggunan. Namun, di balik citra memukau itu, tersembunyi kenyataan pahit. Populasi liar sang raja kecepatan ini terus menyusut dengan mengkhawatirkan.
Kurang dari 7.500 individu yang tersisa di bumi. Ini angka yang mencengangkan mengingat peran vital mereka dalam ekosistem.
Studi bahkan menunjukkan bahwa habitat cheetah telah terkikis hingga 91% dari luas historisnya, tergerus oleh alih fungsi lahan, konflik dengan manusia, dan perdagangan satwa liar ilegal yang keji.
Lobi Hotel The Grand Halls, Shanghai, Selasa (22/4) malam, berubah bak sebuah savana di Afrika. Terutama, karena mobil Jetour T2 yang dibalut gambar cheetah tampil gagah di tengah-tengah lobi. Ada apa?
Dunia mengenal cheetah sebagai simbol kecepatan dan keanggunan. Namun, di balik citra memukau itu, tersembunyi kenyataan pahit. Populasi liar sang raja kecepatan ini terus menyusut dengan mengkhawatirkan.
Kurang dari 7.500 individu yang tersisa di bumi. Ini angka yang mencengangkan mengingat peran vital mereka dalam ekosistem.
Studi bahkan menunjukkan bahwa habitat cheetah telah terkikis hingga 91% dari luas historisnya, tergerus oleh alih fungsi lahan, konflik dengan manusia, dan perdagangan satwa liar ilegal yang keji.
Lihat Juga :