Simfoni Alam dan Otomotif: Misi Mulia Jetour Selamatkan Sang Raja Kecepatan dari Kepunahan!
Rabu, 23 April 2025 - 11:06 WIB
Harapan terakhir cheetah liar bertumpu pada segelintir negara di Afrika bagian selatan (Namibia dan Botswana) serta Afrika bagian timur (Kenya dan Tanzania). Lebih dari dua pertiga populasi yang tersisa—sebagian besar berjumlah kurang dari 100 individu—berada di ambang kepunahan, terancam lenyap dari muka bumi.
Namibia, yang dijuluki "Ibu Kota Cheetah Dunia," memikul beban berat dalam upaya penyelamatan spesies ikonik ini.
Di tengah komitmennya untuk ekspansi global, Jetour mengusung strategi "Travel+" yang melampaui sekadar penjualan kendaraan. Filosofi ini merangkul pengembangan ekonomi regional dan pelestarian lingkungan alam serta warisan budaya yang terkait erat dengan perjalanan.
Pada 2024, Jetour berkolaborasi dengan Discovery Channel, membuat film dokumenter tentang situasi genting cheetah di Namibia. Film dokumenter itu bertajuk "Return of the Cheetah," mengambil latar padang rumput Namibia yang luas, diharapkan dapat menggugah kesadaran publik dan mengajak lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam inisiatif "Melindungi Cheetah" secara global.
Aliansi Penyelamat: Jetour Bergandengan Tangan dengan CCF
Cheetah Conservation Fund (CCF), yang didirikan di Namibia pada 1990, telah menjadi garda terdepan dalam upaya konservasi cheetah global. Di bawah kepemimpinan Dr. Laurie Marker, CCF diakui sebagai otoritas dunia dalam penelitian dan perlindungan cheetah.Lihat Juga :