Moeldoko: Tanpa TKDN, Indonesia Hanya Jadi Pusat Impor Kendaraan Listrik
Senin, 05 Mei 2025 - 10:48 WIB
Pikap listrik buatan PT MAB yang dimiliki oleh Moeldoko. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli Ramadan
JAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengatakan, pemerintah kurang proaktif dalam mendorong perkembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air.
Seharusnya, pemerintah membuat kebijakan yang lebih proaktif dalam mempermudah industri kendaraan listrik untuk makin berkembang. Yang terjadi sekarang, Moeldoko mengatakan, Indonesia hanya menjadi pusat impor. Padahal, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik.
“Ini memang sekali lagi perlunya kebijakan yang menarik dari pemerintah. Kebijakan bisa kok, industri ini betul-betul diperlukan. Bagaimana kita memberi kemudahan kepada para pemain-pemain industri dalam dunia," kata Moeldoko, di Jakarta, belum lama ini.
Moeldoko juga melihat pentingnya penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk mencegah industri Indonesia digulung oleh produk impor. Riset dan pengembangan juga penting untuk memproduksi baterai kendaraan listrik.
“Saya dalam konteks ini sedang bekerja untuk menyiapkan baterai. Sungguh-sungguh saya. Nanti 100% baterai itu buat dalam negeri, pasti," ujarnya.
Moeldoko memberi contoh industri kendaraan listrik di China yang berkembang karena mendapat dukungan dari pemerintah. Kini, China menjadi penguasa pasar mobil listrik dengan menerapkan teknologi canggih tapi dijual dengan harga sangat terjangkau.
Seharusnya, pemerintah membuat kebijakan yang lebih proaktif dalam mempermudah industri kendaraan listrik untuk makin berkembang. Yang terjadi sekarang, Moeldoko mengatakan, Indonesia hanya menjadi pusat impor. Padahal, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik.
“Ini memang sekali lagi perlunya kebijakan yang menarik dari pemerintah. Kebijakan bisa kok, industri ini betul-betul diperlukan. Bagaimana kita memberi kemudahan kepada para pemain-pemain industri dalam dunia," kata Moeldoko, di Jakarta, belum lama ini.
Moeldoko juga melihat pentingnya penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk mencegah industri Indonesia digulung oleh produk impor. Riset dan pengembangan juga penting untuk memproduksi baterai kendaraan listrik.
“Saya dalam konteks ini sedang bekerja untuk menyiapkan baterai. Sungguh-sungguh saya. Nanti 100% baterai itu buat dalam negeri, pasti," ujarnya.
Moeldoko memberi contoh industri kendaraan listrik di China yang berkembang karena mendapat dukungan dari pemerintah. Kini, China menjadi penguasa pasar mobil listrik dengan menerapkan teknologi canggih tapi dijual dengan harga sangat terjangkau.
Lihat Juga :