Selain BYD, Xiaomi Ikut Hancurkan Pesona Tesla di Pasar Otomotif China

Kamis, 29 Mei 2025 - 19:00 WIB
RIYADH- Dehidrasi itu berbahaya, apalagi di cuaca panas seperti sekarang. Beberapa tahun lalu, pernah ada kasus viral seorang mahasiswa yang mengalami kerusakan otak akibat gabungan antara sengatan panas dan dehidrasi.

Organ dalam seperti ginjal juga bisa terkena dampaknya. Menyadari bahasa dehidrasi selama bulan Ramadan di Arab Saudi, peneliti dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) berhasil mendeteksi tingkat dehidrasi dalam tubuh manusia hanya menggunakan teknologi layar sentuh.

Layar sentuh pada ponsel pintar mendeteksi aliran listrik antara jari dan layar melalui sensor kapasitif.

Aliran ini berubah sesuai kelembapan jari dan dengan mengumpulkan data serta mengembangkan algoritma, tingkat dehidrasi dapat dideteksi dengan akurasi yang cukup tinggi.

Uji coba dilakukan pada peserta yang berpuasa selama Ramadan Maret lalu dan atlet yang melakukan aktivitas olahraga.

Sebanyak 4000 hasil pembacaan dikumpulkan dan penelitian menemukan bahwa tingkat deteksi dehidrasi menggunakan sensor smartphone pada atlet memiliki akurasi 92% dan pada individu yang berpuasa sebesar 87%.

Teknologi ini sudah tersedia dan tidak memerlukan peralatan tambahan seperti jarum suntik, perangkat yang dapat dikenakan, dan tes laboratorium.

Layar smartphone sudah memiliki fitur deteksi detak jantung dan mungkin dalam waktu dekat deteksi dehidrasi akan menjadi fitur umum.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!