Neta di Ambang Bangkrut, Pabrik Tutup, Karyawan Teriak Minta Gaji: Haruskah Konsumen di Indonesia Was-was?

Sabtu, 14 Juni 2025 - 13:00 WIB
Aset Dibekukan: Perintah pengadilan untuk membekukan rekening perusahaan afiliasi Neta hanya menemukan dana kurang dari 500 yuan (sekitar Rp 1,1 juta). Sebuah angka yang tragis dan menunjukkan betapa parahnya krisis likuiditas mereka.

Penjualan Anjlok: Dari 152.000 unit pada tahun 2022, penjualan Neta terjun bebas hingga pada Januari 2025, pengiriman domestik mereka hanya mencapai 110 unit.

Janji Manis di Tengah Krisis: Apa Kata Neta?

Di tengah semua kekacauan ini, Neta merilis sebuah pernyataan strategis yang seolah ingin menenangkan badai. Mereka berjanji:

Operasi Luar Negeri Aman: "Bisnis luar negeri tidak terpengaruh. Perjanjian jaminan telah ditandatangani untuk kerja sama dengan dealer luar negeri dan pasokan suku cadang," tulis Neta dalam rilis resminya.

Hak Konsumen Diprioritaskan: Dukungan purnajual, pembaruan perangkat lunak (Over-The-Air), dan pasokan aksesori untuk semua model akan menjadi prioritas utama.

Fokus Teknologi Baru: Mereka akan memulai kembali riset dan pengembangan, dengan fokus pada skateboard chassis dan teknologi penggerak cerdas, serta berjanji akan meluncurkan tiga model global baru sebelum 2027.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!