Bos BYD Keluhkan Perang Harga yang Mereka Ciptakan Sendiri

Sabtu, 14 Juni 2025 - 15:02 WIB
Langkah brutal inilah yang memaksa para pesaing seperti Geely dan Leapmotor untuk ikut terjun ke jurang diskon.

Asosiasi Produsen Otomotif China (CAMA) bahkan sampai mengeluarkan peringatan keras, menyebut langkah ini "memicu babak baru kepanikan perang harga" dan menciptakan "persaingan yang ganas".

Namun, di tengah kekacauan yang mereka ciptakan, sang eksekutif BYD, Stella Li, justru mengeluh. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, ia mengatakan, "Ini adalah persaingan yang sangat ekstrem dan ketat." Ia menambahkan bahwa perang harga ini "tidak berkelanjutan" dan akan membuat beberapa merek lain tidak akan selamat.

Gertakan Kosong di Pasar Global?

Pernyataan Stella Li ini terasa seperti gertakan kosong, karena hingga kini tidak ada sinyal bahwa BYD akan menaikkan harga. Sebaliknya, mereka terus berekspansi secara agresif ke pasar luar negeri dengan strategi harga yang sama berbahayanya.

Di Inggris, mereka meluncurkan Dolphin Surf (versi lain dari Seagull) dengan harga mulai dari 18.650 euro atau sekitar Rp 410 jutaan. Meskipun jauh lebih mahal dari harga di China, angka ini tetap menempatkannya sebagai salah satu mobil listrik termurah di pasar Inggris, cukup untuk membuat para pesaing di Eropa ikut was-was.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!