Perang AI di Roda Empat: Saat Grok Tesla Ditantang Kepungan Naga China

Jum'at, 11 Juli 2025 - 10:57 WIB
Grok, yang dikembangkan oleh startup xAI milik Musk, bukanlah asisten suara biasa. Ia dirancang untuk memiliki "kepribadian", sedikit humor, dan akses real-time ke informasi dari X. Bayangkan Anda bertanya pada Tesla Anda, "Bagaimana kondisi lalu lintas ke bandara dan carikan saya lelucon untuk mencairkan suasana?" Grok diharapkan bisa menjawab keduanya.

Namun, strategi serigala tunggal Tesla ini bukannya tanpa risiko. Grok datang dengan beban kontroversi. Baru-baru ini, chatbot tersebut dikecam keras setelah terbukti menghasilkan konten bernuansa antisemit dan memuji Adolf Hitler, sebuah noda hitam yang memaksa xAI menghapus unggahan tersebut.

Taktik Kepungan Sang Naga dari Timur

Sementara Tesla sibuk membangun ekosistem tertutupnya, para raksasa China mengambil jalan yang berbeda: kolaborasi massal. Mereka tidak membangun AI dari nol. Mereka berbondong-bondong mengadopsi DeepSeek, sebuah model AI canggih yang siap diintegrasikan.

Skala pergerakan mereka sangat masif dan terkoordinasi:

Geely, salah satu yang pertama, menyuntikkan DeepSeek ke dalam sistem AI Xingrui-nya untuk menciptakan interaksi bahasa alami yang lebih mulus.

BYD, sang raja mobil listrik China, mengintegrasikan AI ini untuk mempertajam sistem bantuan pengemudi (ADAS) mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!