FIFGROUP 2025: Laba Rp1,13 T dan Rahasia Kredit Macet Cuma 0,03%
Rabu, 23 Juli 2025 - 06:02 WIB
Namun, di balik narasi pemberdayaan ini, industri pembiayaan kerap disorot sebagai pedang bermata dua. Bagi sebagian orang, ia adalah solusi. Bagi yang lain, ia adalah pintu menuju siklus utang yang tak berujung.
Mesin Uang Bernama Kepercayaan
FIFGROUP, yang telah beroperasi selama 36 tahun, tak menampik bahwa bisnis mereka adalah tentang angka. Dan angka-angka mereka berbicara dengan sangat lantang.
Pada kuartal pertama 2025, perusahaan berhasil meraup laba bersih sebesar Rp1,13 triliun, naik 2,9% dari tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan mereka melesat hingga Rp12,3 triliun, tumbuh signifikan sebesar 11,82%. Aset yang dikelola (Net-Service Asset) membengkak menjadi Rp49,013 triliun.
Sebagai gambaran, sebuah motor Honda Vario 125 yang mungkin menjadi awal mimpi seorang wirausahawan, saat ini (Juli 2025) dibanderol dengan harga sekitar Rp23 juta hingga Rp25 juta. Angka ini merupakan nilai pinjaman yang signifikan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Namun, data yang paling mencengangkan adalah rasio kredit macet (Non-Performing Finance/NPF) netto mereka yang hanya 0,03%. Angka ini luar biasa rendah, menunjukkan mesin penagihan dan manajemen risiko FIFGROUP bekerja dengan efisiensi tingkat tinggi. Ini adalah sinyal kekuatan finansial, sekaligus pengingat betapa kecilnya ruang untuk gagal bayar bagi para nasabah.
"Setiap pembiayaan bukan soal angka, tapi soal kepercayaan untuk masa depan," ujar Benny Setiawan, Corporate Planning & Communication Division Head FIFGROUP. "Kekuatan utama kami adalah fokus pelayanan pada pelanggan dan jaringan luas yang dekat dengan tempat aktivitas pelanggan."
Mesin Uang Bernama Kepercayaan
FIFGROUP, yang telah beroperasi selama 36 tahun, tak menampik bahwa bisnis mereka adalah tentang angka. Dan angka-angka mereka berbicara dengan sangat lantang.Pada kuartal pertama 2025, perusahaan berhasil meraup laba bersih sebesar Rp1,13 triliun, naik 2,9% dari tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan mereka melesat hingga Rp12,3 triliun, tumbuh signifikan sebesar 11,82%. Aset yang dikelola (Net-Service Asset) membengkak menjadi Rp49,013 triliun.
Sebagai gambaran, sebuah motor Honda Vario 125 yang mungkin menjadi awal mimpi seorang wirausahawan, saat ini (Juli 2025) dibanderol dengan harga sekitar Rp23 juta hingga Rp25 juta. Angka ini merupakan nilai pinjaman yang signifikan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Namun, data yang paling mencengangkan adalah rasio kredit macet (Non-Performing Finance/NPF) netto mereka yang hanya 0,03%. Angka ini luar biasa rendah, menunjukkan mesin penagihan dan manajemen risiko FIFGROUP bekerja dengan efisiensi tingkat tinggi. Ini adalah sinyal kekuatan finansial, sekaligus pengingat betapa kecilnya ruang untuk gagal bayar bagi para nasabah.
"Setiap pembiayaan bukan soal angka, tapi soal kepercayaan untuk masa depan," ujar Benny Setiawan, Corporate Planning & Communication Division Head FIFGROUP. "Kekuatan utama kami adalah fokus pelayanan pada pelanggan dan jaringan luas yang dekat dengan tempat aktivitas pelanggan."
Lihat Juga :