Tak Goyang Dihantam Merek China, Ini Jurus Sakti Subaru Kuasai Hati Para Petualang Indonesia

Kamis, 24 Juli 2025 - 13:32 WIB
Strategi Subaru terbukti bekerja. Dari tahun 2022 ke 2023, mereka mencatat pertumbuhan fenomenal 243%. Bahkan di tengah pasar yang semakin ketat, mereka tetap tumbuh 28% pada 2024 dengan total penjualan 620 unit.

Angka ini mungkin tidak besar bagi merek massal, namun bagi Subaru, ini adalah bukti bahwa komunitas loyal mereka semakin kuat dan solid.

Lalu, apa rahasianya? Subaru tidak pernah mencoba menjadi mobil untuk semua orang.

"Subaru tidak pernah didesain untuk mass market. Pembeli kami mayoritas bukan membeli mobil pertama, tapi mobil kedua, ketiga, atau keempat," jelas Arie. "Mereka membeli Subaru untuk kesenangan, untuk mobil yang dipakai di akhir pekan. Mereka adalah para car enthusiast."

Inilah mengapa gempuran merek China atau tren mobil listrik tidak membuat Subaru goyah. Pelanggan mereka tidak mencari mobil termurah atau paling irit. Mereka mencari karakter, sejarah, dan pengalaman berkendara yang otentik.

"Saya sudah punya mobil harian untuk ke kantor," kata Herman, seorang arsitek yang ditemui di booth Subaru. "Saya beli Forester ini untuk akhir pekan, untuk road trip ke gunung sama keluarga. Saya cari mobil yang punya karakter, aman, dan tangguh. Yang penting itu pengalaman berkendaranya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!