Pasar Mobil Meriang, Suzuki Kencangkan Ikat Pinggang Sambil Genjot Produksi Jagoan Baru
Selasa, 05 Agustus 2025 - 17:56 WIB
Ia menjelaskan bahwa kondisi ini menciptakan efek domino yang menyakitkan. Saat produksi mobil menurun untuk menyesuaikan dengan permintaan, biaya tetap per unit menjadi lebih tinggi. Beban ini tidak hanya dirasakan oleh Suzuki, tetapi juga oleh seluruh rantai pasoknya.
"Tentunya bukan hanya kita yang suffering ya. Teman-teman supplier di akhirnya juga mengalami masa-masa sulit," tambahnya, memberikan gambaran bahwa ini adalah tantangan yang dirasakan bersama oleh seluruh ekosistem industri.
"Kalau sesuai kapasitas produksi kan 2 shift atau long shift, nah kita sekarang 1 shift tidak pakai long (lembur), ya jadi memang segitu," ungkap Shodiq.
Ini adalah sebuah langkah efisiensi yang logis: menyelaraskan jumlah produksi dengan permintaan pasar yang ada untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan dalam jangka panjang. Namun, ia juga menyimpan optimisme.
"Tentunya bukan hanya kita yang suffering ya. Teman-teman supplier di akhirnya juga mengalami masa-masa sulit," tambahnya, memberikan gambaran bahwa ini adalah tantangan yang dirasakan bersama oleh seluruh ekosistem industri.
Menyesuaikan Ritme di Tiga Pabrik
Sebagai langkah nyata, Suzuki kini menyesuaikan ritme kerja di tiga pabrik utamanya yang berlokasi di Cikarang, Tambun, dan Cakung."Kalau sesuai kapasitas produksi kan 2 shift atau long shift, nah kita sekarang 1 shift tidak pakai long (lembur), ya jadi memang segitu," ungkap Shodiq.
Ini adalah sebuah langkah efisiensi yang logis: menyelaraskan jumlah produksi dengan permintaan pasar yang ada untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan dalam jangka panjang. Namun, ia juga menyimpan optimisme.
Lihat Juga :