Taktik Bisnis Xiaomi Picu Kontroversi Baru

Kamis, 07 Agustus 2025 - 07:35 WIB
Kontroversi ini diyakini bermula dari isi perjanjian penjualan Xiaomi sendiri, yang menetapkan bahwa pelanggan harus melakukan pembayaran penuh dalam waktu tujuh hari setelah menerima pemberitahuan pembayaran.

Perusahaan juga berhak untuk mengeluarkan pemberitahuan ini kapan saja, berdasarkan "penjadwalan produksi atau situasi penjualan," dan menganggap kegagalan membayar sebagai "pelanggaran kontrak mendasar" yang memungkinkannya untuk membatalkan pesanan dan menahan uang muka pelanggan.

Pelanggan mempertanyakan apakah ketentuan perjanjian tersebut adil, karena harus diterima agar pembelian dapat dilanjutkan.

Yang lebih dipertanyakan lagi adalah pernyataan sebelumnya di akun WeChat resmi Xiaomi, yang menyatakan bahwa pelanggan diperbolehkan melakukan pembayaran cicilan setelah memeriksa kendaraan mereka, yang jelas bertentangan dengan praktik saat ini.

Sebagai perbandingan, produsen kendaraan listrik lain seperti Tesla dan Nio mengizinkan pelanggan untuk memeriksa kendaraan sebelum melakukan pembayaran penuh, sementara produsen konvensional seperti BYD dan Geely biasanya menggunakan model uang muka dengan pelunasan pembayaran saat pengiriman.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!