Ironi di Panggung GIIAS 2025: Pesta Penjualan Unit Tak Diikuti Kilau Rupiah

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:06 WIB
"Sungguh luar biasa bahwa di tengah tantangan tahun ini GIIAS berhasil catatkan transaksi total lebih dari 38 ribu unit kendaraan, lampaui hasil tahun lalu sebesar 12 persen," ujar Nangoi dalam keterangan resminya. Sebuah pernyataan yang terdengar penuh kemenangan.

Namun, di balik perayaan jumlah unit yang terjual, tersembunyi sebuah fakta yang tak diungkap secara gamblang: nilai total transaksi justru menurun.

Jika pada GIIAS 2024 pundi-pundi yang terkumpul mencapai Rp18,7 triliun, Gaikindo mengakui bahwa tahun ini angkanya lebih rendah. Berapa persisnya? Angka itu masih menjadi misteri yang disimpan rapat.

Penurunan nilai ini melahirkan sebuah kritik dan pertanyaan besar. Jika mobil yang terjual lebih banyak, mengapa uang yang berputar lebih sedikit?

Nangoi memberikan sebuah dalih yang menarik. "Meski demikian, tercatat nilai keseluruhan penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, dimana hal ini dipengaruhi oleh semakin kompetitifnya harga model kendaraan yang diluncurkan, yang menurut kami memiliki hal positif bagi masyarakat," jelasnya.

Secara sederhana, argumen ini bisa dibaca: masyarakat membeli lebih banyak mobil, tetapi mobil yang mereka beli adalah mobil-mobil dengan harga yang lebih terjangkau.

Ini adalah sinyalemen penting. Apakah daya beli masyarakat sebenarnya sedang melemah, sehingga mereka lebih memilih mobil di segmen harga Rp200-Rp400 jutaan ketimbang SUV atau sedan premium seharga di atas Rp700 juta?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!