Ironi Otomotif RI: Showroom Mobil Baru Menangis, Pasar Mobil Bekas Justru Pesta Pora Tembus 1,9 Juta Unit
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:00 WIB
"Mobil baru itu targetnya di 2025 ini turun hanya 700 ribuan, itu target optimis dari Gaikindo. Kalau mobil bekas itu biasanya tiga kali lipat dari mobil barunya," kata Azka di Tangerang, Rabu (27/8).
Pernyataan ini adalah tamparan keras. Pasar mobil bekas bukan lagi sekadar alternatif, ia telah menjadi pasar utama yang ukurannya tiga kali lebih besar dari pasar mobil baru.
Harga Mobil Baru yang Terus Meroket: Inflasi dan pajak membuat harga mobil baru terasa semakin tak terjangkau.
Syarat Kredit yang Semakin Sulit: Dihantui oleh isu premanisme dan kredit macet, perusahaan pembiayaan memperketat syarat pengajuan kredit.
Beban Pajak Awal yang Hilang: Mobil bekas tidak lagi dibebani oleh Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang besar.
Kombinasi inilah yang mendorong jutaan orang untuk "turun kelas" dari showroom mobil baru ke bursa mobil bekas.
Pernyataan ini adalah tamparan keras. Pasar mobil bekas bukan lagi sekadar alternatif, ia telah menjadi pasar utama yang ukurannya tiga kali lebih besar dari pasar mobil baru.
Mengapa 'Bekas' Kini Jadi Idola?
Fenomena ini lahir dari sebuah "badai sempurna" yang menghantam daya beli kelas menengah:Harga Mobil Baru yang Terus Meroket: Inflasi dan pajak membuat harga mobil baru terasa semakin tak terjangkau.
Syarat Kredit yang Semakin Sulit: Dihantui oleh isu premanisme dan kredit macet, perusahaan pembiayaan memperketat syarat pengajuan kredit.
Beban Pajak Awal yang Hilang: Mobil bekas tidak lagi dibebani oleh Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang besar.
Kombinasi inilah yang mendorong jutaan orang untuk "turun kelas" dari showroom mobil baru ke bursa mobil bekas.
Lihat Juga :