India Tutup Pintu Rapat-Rapat Wacana Mobil Tanpa Sopir: Selamatkan 8 Juta Perut, Bukan Kejar Gengsi Teknologi

Sabtu, 13 September 2025 - 17:05 WIB
"Teknologi tanpa sopir memang maju, tetapi India tidak bisa kehilangan kesempatan kerja yang telah diciptakan oleh kendaraan bermesin," kata Gadkari, menggarisbawahi sikap pemerintahannya.

Kalkulasi Pahit di Negeri Penuh Manusia

Bagi pemerintah India, ini adalah persoalan matematika sosial yang pahit. Sektor transportasi di negara itu adalah sandaran hidup bagi sekitar 7 hingga 8 juta orang. Mereka adalah para pengemudi truk, taksi, bajaj (auto-rickshaw), dan sopir pribadi yang menyandarkan hidupnya dari putaran roda kendaraan.

Menggantikan jutaan pekerjaan ini dengan mesin dan algoritma, di tengah kondisi ekonomi informal yang dominan, dianggap sebagai sebuah resep bencana. Terlebih lagi, data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di kalangan anak muda India (usia 15-29 tahun) sudah berada di level yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar 10 persen pada periode 2022-2023. Memperkenalkan jutaan "mobil robot" ke dalam ekosistem ini sama saja dengan menuang bensin ke dalam api.

Realitas Jalanan yang 'Mustahil' untuk Robot

Selain alasan ekonomi, ada pula alasan praktis yang membuat mobil otonom menjadi ide yang nyaris mustahil diimplementasikan di India. Realitas jalanan di sana adalah sebuah simfoni lalu lintas yang kacau, jauh berbeda dari jalanan steril tempat mobil-mobil ini diuji coba.

Bayangkan sebuah algoritma komputer harus menavigasi di tengah-tengah sepeda yang meliuk-liuk, gerobak yang ditarik sapi, lautan sepeda motor, dan tingkat disiplin lalu lintas yang rendah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!