Geger! Penjualan Mobil BYD di Indonesia Tembus 3 Besar, Salip Mitsubishi & Honda!
Rabu, 12 November 2025 - 14:59 WIB
Pasar mobil nasional mencatat rebound 19,2% di Oktober 2025, ditandai oleh fenomena BYD yang meroket ke posisi 3 besar, meski kinerja kumulatif tahunan masih tertekan berat. Foto: ist
JAKARTA - Kinerja pasar otomotif nasional menunjukkan sinyal perbaikan (rebound) yang signifikan pada Oktober 2025.
Berdasarkan rilis data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) mencatatkan angka 74.019 unit.
Angka ini terkonfirmasi tumbuh solid 19,2 persen jika dibandingkan dengan kinerja September 2025 yang hanya mencapai 62.071 unit.
Capaian ini memberikan sentimen positif jangka pendek, mengingat volume distribusi bulanan akhirnya berhasil kembali menembus level psikologis 70 ribuan unit. Sepanjang tahun 2025, kinerja pasar hanya tertahan di kisaran 60 ribuan unit per bulan.
Pasar masih menghadapi tantangan berat untuk mengejar defisit tersebut di sisa dua bulan tahun ini, mengindikasikan adanya kontraksi pasar yang cukup dalam secara tahunan.
Komposisi Pangsa Pasar: BYD Guncang Dominasi Jepang
Dari sisi pangsa pasar (market share), Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan volume distribusi 20.559 unit. Namun, kinerja Toyota justru terkoreksi tipis 0,8 persen dari bulan sebelumnya (September 2025) yang mencatatkan 20.634 unit.
Posisi kedua diamankan oleh Daihatsu, yang fokus pada segmen entry-level, dengan catatan wholesales 11.783 unit.
Kejutan terbesar datang dari entitas baru asal China, BYD, yang secara agresif berhasil menembus tiga besar. BYD mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 10.593 unit, menggeser posisi pemain tradisional Jepang.
Mitsubishi menyusul di posisi keempat, mencatatkan pemulihan kinerja signifikan. Penjualannya terdongkrak 25,5 persen (MoM) menjadi 7.620 unit, naik dari 6.071 unit di September, ditopang oleh model Destinator.
Suzuki berada di urutan kelima dengan 5.550 unit. Posisi Honda terlempar ke urutan keenam dengan catatan distribusi 3.647 unit.
Berdasarkan rilis data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) mencatatkan angka 74.019 unit.
Angka ini terkonfirmasi tumbuh solid 19,2 persen jika dibandingkan dengan kinerja September 2025 yang hanya mencapai 62.071 unit.
Capaian ini memberikan sentimen positif jangka pendek, mengingat volume distribusi bulanan akhirnya berhasil kembali menembus level psikologis 70 ribuan unit. Sepanjang tahun 2025, kinerja pasar hanya tertahan di kisaran 60 ribuan unit per bulan.
Kinerja Kumulatif Masih Tertekan
Meskipun mencatatkan pertumbuhan bulanan yang positif, kinerja kumulatif (Januari-Oktober 2025) diproyeksikan masih tertekan berat. Data Gaikindo mengindikasikan bahwa total distribusi year-to-date masih jauh untuk mengimbangi pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, yang saat itu berhasil terdistribusi sebanyak 860 ribuan unit.Pasar masih menghadapi tantangan berat untuk mengejar defisit tersebut di sisa dua bulan tahun ini, mengindikasikan adanya kontraksi pasar yang cukup dalam secara tahunan.
Komposisi Pangsa Pasar: BYD Guncang Dominasi Jepang
Dari sisi pangsa pasar (market share), Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan volume distribusi 20.559 unit. Namun, kinerja Toyota justru terkoreksi tipis 0,8 persen dari bulan sebelumnya (September 2025) yang mencatatkan 20.634 unit.Posisi kedua diamankan oleh Daihatsu, yang fokus pada segmen entry-level, dengan catatan wholesales 11.783 unit.
Kejutan terbesar datang dari entitas baru asal China, BYD, yang secara agresif berhasil menembus tiga besar. BYD mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 10.593 unit, menggeser posisi pemain tradisional Jepang.
Mitsubishi menyusul di posisi keempat, mencatatkan pemulihan kinerja signifikan. Penjualannya terdongkrak 25,5 persen (MoM) menjadi 7.620 unit, naik dari 6.071 unit di September, ditopang oleh model Destinator.
Suzuki berada di urutan kelima dengan 5.550 unit. Posisi Honda terlempar ke urutan keenam dengan catatan distribusi 3.647 unit.
Lihat Juga :