Pertaruhan Sang Raja Jalanan: Veloz Hybrid dan Ironi Kandungan Lokal yang Menyusut
Sabtu, 29 November 2025 - 11:13 WIB
Namun, konsumen harus jeli. Harga "kepala dua" itu adalah umpan. Untuk varian yang lebih lengkap, Toyota mematok harga yang jauh lebih realistis namun tetap kompetitif.
Tipe Q dibanderol di kisaran Rp320 juta hingga Rp335 juta. Naik sedikit, ada tipe Q Modellista di rentang Rp335 juta sampai Rp350 juta.
Sementara bagi mereka yang menginginkan keselamatan paripurna lewat fitur Toyota Safety Sense (TSS), tipe Q Modellista TSS siap menguras kantong dengan estimasi Rp360 juta hingga Rp390 jutaan.
Henry Tanoto, Vice President PT Toyota Astra Motor (TAM), membungkus strategi ini dengan narasi yang menyentuh sisi emosional dan pragmatis konsumen Indonesia.
"Kami dari Toyota ingin agar lebih banyak masyarakat bisa menikmati berkendara dengan teknologi hybrid. Oleh karena itu kami keluarkan Veloz Hybrid yang memiliki history 7-seater nyaman, kabin lega, ground clearance cukup tinggi, dan resale value-nya bagus dan durable," ucapnya.
Pernyataan Henry adalah mantra klasik Toyota: kenyamanan, daya tahan, dan nilai jual kembali.
Tiga hal yang masih menjadi "kartu AS" untuk menangkis serangan fitur canggih namun belum teruji dari pabrikan pendatang baru.
Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Indonesia Motor Manufacturing (TMMIN), mengakui fakta ini secara terbuka.
"TKDN 65 persen. Veloz (hybrid), ya. Karena ini kan baru, new category kan. Jadi kita nggak bisa bandingkan dengan (Veloz) lama yang sudah 80 persen nilai TKDN. Saat ini Avanza juga sudah naik nilai TKDN karena kita tambah di transmisi," ungkap Nandi di sela peluncuran.
Tipe Q dibanderol di kisaran Rp320 juta hingga Rp335 juta. Naik sedikit, ada tipe Q Modellista di rentang Rp335 juta sampai Rp350 juta.
Sementara bagi mereka yang menginginkan keselamatan paripurna lewat fitur Toyota Safety Sense (TSS), tipe Q Modellista TSS siap menguras kantong dengan estimasi Rp360 juta hingga Rp390 jutaan.
Henry Tanoto, Vice President PT Toyota Astra Motor (TAM), membungkus strategi ini dengan narasi yang menyentuh sisi emosional dan pragmatis konsumen Indonesia.
"Kami dari Toyota ingin agar lebih banyak masyarakat bisa menikmati berkendara dengan teknologi hybrid. Oleh karena itu kami keluarkan Veloz Hybrid yang memiliki history 7-seater nyaman, kabin lega, ground clearance cukup tinggi, dan resale value-nya bagus dan durable," ucapnya.
Pernyataan Henry adalah mantra klasik Toyota: kenyamanan, daya tahan, dan nilai jual kembali.
Tiga hal yang masih menjadi "kartu AS" untuk menangkis serangan fitur canggih namun belum teruji dari pabrikan pendatang baru.
Ironi TKDN: Langkah Mundur Lokalisasi?
Di sinilah letak kritikan tajam yang tak bisa diabaikan. Ketika pemerintah berteriak lantang soal hilirisasi dan kemandirian industri, Veloz Hybrid justru mencatatkan penurunan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Indonesia Motor Manufacturing (TMMIN), mengakui fakta ini secara terbuka.
"TKDN 65 persen. Veloz (hybrid), ya. Karena ini kan baru, new category kan. Jadi kita nggak bisa bandingkan dengan (Veloz) lama yang sudah 80 persen nilai TKDN. Saat ini Avanza juga sudah naik nilai TKDN karena kita tambah di transmisi," ungkap Nandi di sela peluncuran.
Lihat Juga :