Eksodus Raksasa Jepang: India Disulap Jadi Pabrik Dunia Baru, China Mulai Ditinggalkan

Sabtu, 13 Desember 2025 - 12:29 WIB
Sulitnya mencetak laba di tengah gempuran produsen lokal seperti BYD membuat pabrikan Jepang mencari pelabuhan yang lebih aman.

India menawarkan solusi sempurna. Selain biaya tenaga kerja yang rendah dan kolam talenta yang luas, India memiliki satu keunggulan strategis: pasar EV-nya praktis tertutup bagi produsen China akibat kebijakan proteksionis pemerintah.

"India adalah pilihan yang baik sebagai pasar pengganti China," ujar Julie Boote, analis otomotif dari Pelham Smithers Associates. "Untuk saat ini, Jepang berpikir ini adalah pasar yang jauh lebih baik karena mereka tidak harus berhadapan dengan pesaing China.".

Investasi Menggila: Data Berbicara

Keseriusan Jepang terlihat jelas dari data investasi. Investasi langsung Jepang di sektor transportasi India melonjak lebih dari tujuh kali lipat antara tahun 2021 dan 2024, mencapai 294 miliar yen (sekitar Rp30 triliun) tahun lalu.

Sebaliknya, investasi di sektor yang sama di China anjlok 83 persen menjadi hanya 46 miliar yen (sekitar Rp4,7 triliun) pada periode yang sama.

Rencana Besar Tiga Raksasa

1. Toyota

Sang pemimpin pasar dunia ini berencana meluncurkan 15 model baru di India hingga akhir dekade ini. Mereka menargetkan pangsa pasar mobil penumpang naik dari 8% menjadi 10%. Investasi lebih dari USD3 miliar (Rp 47,5 triliun) disiapkan untuk menambah kapasitas produksi di pabrik selatan dan membangun pabrik baru di Maharashtra, dengan target total produksi mencapai 1 juta kendaraan per tahun sebelum 2030.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!