Resep Mazda Bertahan di Tengah Rontoknya Segmen Premium
Selasa, 16 Desember 2025 - 17:19 WIB
Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, mengungkapkan data internal yang mengejutkan: pada Oktober 2025, pangsa pasar (market share) Mazda hanya terkoreksi tipis 0,12 persen.
Angka ini terbilang sangat sehat jika dibandingkan dengan beberapa pabrikan Jepang lainnya yang harus rela kehilangan pangsa pasar hingga 2–3 persen.
Ketahanan ini semakin terlihat di level penjualan ritel segmen kendaraan premium. Di saat kompetitor asal Jepang dan Eropa mengalami kontraksi tajam antara 39 persen hingga 44 persen, Mazda mampu menahan penurunan di angka 29 persen.
Kunci pertahanan ini terletak pada tiga model andalan yang terus diminati: Mazda CX-5, Mazda CX-3, dan Mazda 3 Hatchback.
“Emotional appeal adalah kekuatan kami. Konsumen membeli bukan hanya karena logika, tetapi juga cinta terhadap desain dan kualitas produk Mazda," ujar Ricky Thio.
Namun, rasionalitas itu tidak berdiri sendiri. Mazda menyisipkan "faktor suplemen" yang menyentuh sisi emosional: desain Kodo yang artistik, filosofi Jinba Ittai (kesatuan pengendara dan kendaraan), serta kenyamanan berkendara.
Angka ini terbilang sangat sehat jika dibandingkan dengan beberapa pabrikan Jepang lainnya yang harus rela kehilangan pangsa pasar hingga 2–3 persen.
Ketahanan ini semakin terlihat di level penjualan ritel segmen kendaraan premium. Di saat kompetitor asal Jepang dan Eropa mengalami kontraksi tajam antara 39 persen hingga 44 persen, Mazda mampu menahan penurunan di angka 29 persen.
Kunci pertahanan ini terletak pada tiga model andalan yang terus diminati: Mazda CX-5, Mazda CX-3, dan Mazda 3 Hatchback.
“Emotional appeal adalah kekuatan kami. Konsumen membeli bukan hanya karena logika, tetapi juga cinta terhadap desain dan kualitas produk Mazda," ujar Ricky Thio.
Perkawinan Logika dan Rasa
Mazda menyadari bahwa pembeli mobil di Indonesia kini semakin cerdas. Mereka berhitung detail soal Total Ownership Cost (TOC) atau biaya kepemilikan total—mulai dari biaya servis, administrasi, hingga harga jual kembali (resale value). Ini adalah sisi rasional.Namun, rasionalitas itu tidak berdiri sendiri. Mazda menyisipkan "faktor suplemen" yang menyentuh sisi emosional: desain Kodo yang artistik, filosofi Jinba Ittai (kesatuan pengendara dan kendaraan), serta kenyamanan berkendara.
Lihat Juga :