Bukan SUV Hardcore, tapi Cukup Berani: Mencoba Jetour T2 dari Medan Offroad

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:23 WIB
Menariknya, di tengah guncangan luar, kabin tetap relatif tenang. Jetour mengandalkan 24 titik insulator, kaca lapis ganda, serta suspensi yang disetel tidak terlalu kaku. Suspensi belakang independen mampu meredam lubang dalam tanpa membuat penumpang terlempar.

Kenyamanan ini diperkuat oleh detail kabin: panoramic skyroof 64 inci, layar sentral 15,6 inci, driving cam 540 derajat, wading radar, 12 speaker Sony, Dual Zone Auto AC, dan filter udara CN95 di baris kedua. Semua ini menegaskan bahwa Jetour T2 tetaplah SUV yang harus nyaman dipakai setiap hari.

Bukan SUV Lumpuh, tapi Juga Bukan Petarung Setiap Pekan

Kesimpulan dari pengujian ini cukup jelas. Jetour T2 mampu diajak bermain lumpur dan jalur offroad menengah. Sistem AWD-nya bekerja, sasisnya kuat, dan mesinnya bertenaga.

Namun, keterbatasan seperti absennya low range, respons gas berbasis komputer, serta potensi overheat menunjukkan bahwa mobil ini tidak diciptakan untuk offroad berat yang dilakukan rutin.

Dengan harga Rp568.000.000, Jetour T2 lebih tepat dibaca sebagai SUV dua dunia: kendaraan harian yang nyaman di kota, namun cukup berani membawa pemiliknya menuju lokasi camping, jalur tanah basah, atau hidden gem di pelosok—asal tidak setiap akhir pekan bertempur dengan lumpur.

Seperti disampaikan Marketing Director Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, pendekatan yang diusung adalah Travel+: adaptif di berbagai kondisi tanpa mengorbankan kenyamanan harian.

Jetour T2 mungkin bukan petarung garis depan di arena offroad ekstrem. Namun justru di situlah kejujurannya: tampil gagah, cukup tangguh, dan tahu batas diri.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!