EVMoto Hadirkan 100.000 Pengemudi, Potongan Aplikasi Cuma 9 Persen

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:05 WIB
Kuncinya terletak pada biaya dasar. Biaya produksi sepeda motor listrik diklaim hanya sekitar 50 persen dibanding motor bensin konvensional.

Lebih krusial lagi, biaya konsumsi energinya terpangkas hingga hanya 30 persen dari biaya bensin. Efisiensi struktural inilah yang dikonversi menjadi keuntungan bagi dua sisi mata uang: penumpang dan pengemudi.

"Sebagian penghematan biaya dapat diberikan kepada penumpang dan sebagian kepada pengemudi. Tarif perjalanan bagi penumpang hanya sekitar 70 persen dari harga pasar saat ini," ungkap Jason.

Bagi para mitra pengemudi yang selama ini tercekik potongan aplikasi yang tinggi, tawaran EVMoto terdengar seperti oase. Jika platform utama saat ini mematok potongan sekitar 20 persen, EVMoto berani menurunkan biaya platform menjadi hanya 9 persen. Ini adalah skema agresif yang dirancang untuk memicu migrasi massal pengemudi ke ekosistem mereka.

Investasi Raksasa dan Rantai Pasok KRYA-ECGO

Keseriusan EVMoto tercermin dari peta jalan pengadaan armada yang ambisius. Tidak tanggung-tanggung, mereka menargetkan perekrutan 100.000 pengemudi sepeda motor pada 2026.

Untuk memfasilitasi pengemudi yang belum memiliki kendaraan listrik, EVMoto menggandeng ECGO—pemain lama di industri motor listrik yang kini dikendalikan oleh Grup KRYA sejak September tahun ini.

Kerja sama ini dikukuhkan lewat penandatanganan pesanan pembelian pertama sebanyak 10.000 unit sepeda motor listrik dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp240 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!