Seleksi Alam Industri Mobil Listrik China: Subsidi Dicabut, 50 Merek Terancam Bangkrut di 2026
Rabu, 31 Desember 2025 - 11:35 WIB
Akhir dari Era Bakar Uang
South China Morning Post (SCMP) melaporkan skenario suram di mana sekitar 50 produsen EV China yang merugi mungkin terpaksa melakukan perampingan drastis atau gulung tikar sepenuhnya pada 2026.Situasi ini diperparah oleh kebijakan fiskal Beijing yang semakin ketat. Pada Januari mendatang, pemerintah akan memutuskan nasib subsidi tukar tambah senilai 20.000 Yuan (sekitar Rp46,4 juta).
Lebih parah lagi, pembebasan pajak pembelian sebesar 10 persen yang selama ini menjadi magnet bagi konsumen akan berakhir pada penghujung tahun ini. Mulai Januari 2026, tarif pajak diskon sebesar 5 persen akan berlaku hingga tarif penuh kembali diterapkan pada 2028.
Perang harga telah mengikis margin keuntungan hingga ke tulang. Angel investor Yin Ran memberikan pandangan logis: "Jadi ini akan menjadi permainan bertahan hidup, dengan pembuat mobil yang untung menjadi pemenang, sementara pemain yang rugi akan segera kehabisan dana."
Siapa yang Bertahan? Hukum Rimba Otomotif
Dari ratusan pemain, hanya segelintir yang memiliki "napas" panjang. Riset dari AlixPartners memperkirakan bahwa hanya sekitar 10 persen dari merek EV China yang akan mencatatkan profitabilitas di tahun-tahun mendatang. Raksasa seperti BYD, Seres, dan Li Auto berdiri sebagai pengecualian langka yang mampu mencetak laba di tengah badai.Strategi mereka jelas: ketika pasar domestik menyusut dan insentif hilang, mereka akan mengintensifkan ekspansi ke luar negeri (overseas), mencari kolam keuntungan baru di pasar global yang belum jenuh.
Lihat Juga :