Seleksi Alam Industri Mobil Listrik China: Subsidi Dicabut, 50 Merek Terancam Bangkrut di 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:35 WIB

Leapmotor dan Suntikan Dana Negara

Di tengah ketidakpastian ini, Leapmotor—pabrikan yang didukung oleh Stellantis—muncul sebagai anomali yang menarik. Perusahaan ini baru saja mendapatkan suntikan dana segar dari FAW Group, badan usaha milik negara (BUMN). FAW mengumumkan akuisisi 5 persen saham Leapmotor senilai 3,74 miliar Yuan atau setara USD534 juta (Rp8,5 triliun).

Ini menjadikan Leapmotor sebagai produsen mobil swasta pertama di China yang menerima investasi langsung dari grup milik negara, sebuah sinyal kuat bahwa Beijing mulai memilih "kuda pacu" mana yang layak diselamatkan.

Dengan dukungan ini, Leapmotor menargetkan pengiriman 1 juta kendaraan pada tahun 2026. Jika tercapai, angka ini akan menempatkan mereka sebagai produsen EV terbesar ketiga di China, mengekor BYD dan Geely. Sepanjang 11 bulan pertama tahun 2025, Leapmotor telah mengirimkan 536.132 unit kendaraan.

"Leapmotor bertujuan untuk mencapai pengiriman tahunan 4 juta unit dalam waktu 10 tahun," ungkap pendiri dan CEO Leapmotor, Zhu Jiangming.

Ambisi ini mencerminkan keyakinan bahwa di masa depan, pasar hanya akan menyisakan ruang bagi pemain besar yang efisien, sementara puluhan merek kecil lainnya perlahan akan menghilang dari jalan raya, menjadi catatan kaki dalam sejarah revolusi kendaraan listrik China.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!