Kreativitas Ciamik Bengkel Lokal, Sulap Mio Harian Jadi 2 Silinder

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:48 WIB
Tim Johan Garage mengakui ada kerumitan tingkat tinggi di balik layar, terutama di sektor crankcase (bak mesin) dan kruk as. "Paling susah itu proses penyatuannya. Crankcase dan kruk as harus benar-benar menyatu presisi dengan head dan bloknya. Meleset sedikit saja, mesin pasti gagal," jelasnya.

Biasanya, modifikasi motor matic jadi 2 silinder punya satu musuh utama: panas mesin yang berlebihan (overheat). Kebanyakan modifikator membiarkan mesin berpendingin udara karena keterbatasan ruang.

Tapi Johan Garage memilih jalan yang lebih sulit namun aman. "Nah, 2 silinder garapan kita beda, Bang. Kita bikinkan jalur radiator di bloknya. Kalau yang lain kan rata-rata nggak pakai radiator," tambahnya.

Dengan sistem pendingin cairan ini, motor tidak hanya kencang saat di-gas, tapi juga lebih "sehat" suhunya untuk dipakai jalan lebih lama. Kuncinya Ada di Tukang Bubut Sendiri Suksesnya proyek ambisius ini ternyata didukung oleh fasilitas bengkel yang mandiri. Baca juga: Johan Garage, Bengkel Motor All-in-One yang Menarik Perhatian Pecinta Otomotif

Johan Garage memiliki spesialis bubut (machining) internal, sehingga semua pengerjaan logam yang rumit itu dikerjakan di "dapur" sendiri. "Kita kebantu banget ada tukang bubut asli Johan Garage. Jadi nggak perlu lempar ke luar, dan hasilnya bisa kita pantau langsung," tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!