Soal Baterai, Ahli Otomotif Tegaskan Eropa Tertinggal 20 Tahun dari China

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:11 WIB
Profesor Ferdinand Dudenhöffer sedang mengisi daya kendaraan listrik. FOTO/ DOK Spiegel
BEIJING - Para produsen mobil Eropa menghadapi kerugian teknologi yang mencolok dalam revolusi kendaraan listrik, dengan benua tersebut tertinggal "setidaknya 20 tahun di belakang China.

Hal itu diungkapkan pakar otomotif Jerman ternama, Profesor Ferdinand Dudenhöffer, yang sering disebut sebagai "Paus Otomotif" (Autopapst) oleh media Jerman.



Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar China Global Times, Dudenhöffer, direktur Pusat Penelitian Otomotif di Bochum, Jerman, memberikan penilaian blak-blakan tentang posisi Eropa dalam persaingan global kendaraan listrik (EV).

Komentarnya muncul ketika produsen mobil Tiongkok melaporkan penjualan terobosan di Eropa, dengan volume bulanan melebihi 100.000 unit untuk pertama kalinya pada Desember 2025, dan meraih pangsa pasar 9,5%.

“Di sektor baterai, Eropa tertinggal 20 tahun dari China,” kata Dudenhöffer, menekankan bahwa kerja sama dengan pemasok China telah menjadi penting bagi produsen Eropa untuk tetap kompetitif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!