Kalahkah Hybrid, Mobil Listrik Kuasai 15 Persen Pasar Nasional!
Kamis, 19 Februari 2026 - 13:41 WIB
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil listrik menyentuh angka 10.061 unit sepanjang Januari 2026. Foto: BYD Indonesia
JAKARTA - Pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia menunjukkan taji dengan kontribusi dua digit terhadap total penjualan otomotif nasional pada Januari 2026, meski dibayangi normalisasi pasar pasca-lonjakan akhir tahun.
Lanskap otomotif tanah air tengah mengalami pergeseran struktural yang signifikan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil listrik menyentuh angka 10.061 unit sepanjang Januari 2026.
Kontribusi ini setara 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang berjumlah 66.447 unit pada periode yang sama.
Angka ini membuktikan bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar pelengkap hobi, melainkan solusi mobilitas yang semakin relevan bagi masyarakat.
Meski demikian, pasar tetap menunjukkan dinamika yang fluktuatif. Terjadi koreksi bulanan sebesar 52,1 persen jika dibanding pencapaian Desember 2025 yang sempat menembus 21.021 unit.
Penurunan ini dinilai sebagai bentuk normalisasi wajar setelah para diler memacu stok secara besar-besaran di penghujung tahun lalu.
BYD Atto 1 memimpin di puncak klasemen dengan distribusi mencapai 3.361 unit. Konsumen memilih model ini karena faktor "kemasan cerdas"—mobil listrik kompak yang menawarkan harga kompetitif tanpa mengorbankan fungsionalitas urban.
Di posisi kedua, Jaecoo J5 menorehkan angka 1.942 unit. Fenomena ini memperlihatkan betapa cepatnya pasar merespons SUV listrik pendatang baru yang mampu menawarkan karakter desain segar dan ketangguhan khas SUV.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh BYD M6 dengan 851 unit. Keberhasilan M6
mengonfirmasi bahwa psikologi konsumen Indonesia tetap mengedepankan kendaraan keluarga (MPV) meskipun telah berpindah ke jantung pacu elektrik.
Melengkapi posisi lima besar, terdapat Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit).
Keduanya mempertegas bahwa keberagaman model—mulai dari mobil kota hingga SUV performa—menjadi kunci utama bagi pabrikan untuk menarik minat konsumen yang memiliki profil kebutuhan berbeda-beda.
BYD Atto 1: 3.361 unit
Jaecoo J5: 1.942 unit
BYD M6: 851 unit
Wuling Darion EV: 790 unit
BYD Sealion 7: 613 unit
Geely EX2: 423 unit
Lanskap otomotif tanah air tengah mengalami pergeseran struktural yang signifikan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil listrik menyentuh angka 10.061 unit sepanjang Januari 2026.
Kontribusi ini setara 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang berjumlah 66.447 unit pada periode yang sama.
Angka ini membuktikan bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar pelengkap hobi, melainkan solusi mobilitas yang semakin relevan bagi masyarakat.
Meski demikian, pasar tetap menunjukkan dinamika yang fluktuatif. Terjadi koreksi bulanan sebesar 52,1 persen jika dibanding pencapaian Desember 2025 yang sempat menembus 21.021 unit.
Penurunan ini dinilai sebagai bentuk normalisasi wajar setelah para diler memacu stok secara besar-besaran di penghujung tahun lalu.
Mengapa Merek China Begitu Digdaya?
Dominasi pabrikan asal Negeri Tirai Bambu di posisi lima besar tidak terlepas dari strategi pemetaan segmen yang tepat sasaran.BYD Atto 1 memimpin di puncak klasemen dengan distribusi mencapai 3.361 unit. Konsumen memilih model ini karena faktor "kemasan cerdas"—mobil listrik kompak yang menawarkan harga kompetitif tanpa mengorbankan fungsionalitas urban.
Di posisi kedua, Jaecoo J5 menorehkan angka 1.942 unit. Fenomena ini memperlihatkan betapa cepatnya pasar merespons SUV listrik pendatang baru yang mampu menawarkan karakter desain segar dan ketangguhan khas SUV.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh BYD M6 dengan 851 unit. Keberhasilan M6
mengonfirmasi bahwa psikologi konsumen Indonesia tetap mengedepankan kendaraan keluarga (MPV) meskipun telah berpindah ke jantung pacu elektrik.
Melengkapi posisi lima besar, terdapat Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit).
Keduanya mempertegas bahwa keberagaman model—mulai dari mobil kota hingga SUV performa—menjadi kunci utama bagi pabrikan untuk menarik minat konsumen yang memiliki profil kebutuhan berbeda-beda.
Daftar Lengkap Penjualan Mobil Listrik Januari 2026
Berikut adalah rincian data distribusi mobil listrik berdasarkan laporan Gaikindo:BYD Atto 1: 3.361 unit
Jaecoo J5: 1.942 unit
BYD M6: 851 unit
Wuling Darion EV: 790 unit
BYD Sealion 7: 613 unit
Geely EX2: 423 unit
Lihat Juga :