Mahindra Menang Banyak di Indonesia, Menakar Urgensi Mobil Impor India untuk Koperasi Desa

Jum'at, 20 Februari 2026 - 15:07 WIB
CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, dalam pernyataan resminya dari Mumbai pada 4 Februari 2026, menegaskan bahwa kemitraan ini adalah pilar bagi transformasi ketahanan pangan Indonesia.

“Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan meningkatkan Operasi Internasional kami secara signifikan, setara dengan total volume ekspor kami di FY 2025. Pikap kami dirancang untuk berkinerja di kondisi sulit," ujar Nalinikanth.

Data spesifikasi menunjukkan bahwa kendaraan yang diproduksi di pabrik Nashik, India ini, ditenagai mesin turbo diesel 2,2 liter mHawk yang mampu menghasilkan tenaga 140 HP dan torsi puncak 320 Nm.

Spesifikasi ini memang masuk akal untuk melakukan agregasi logistik tahap awal (first-mile) dari ladang petani ke gudang koperasi.

Keunggulan pada kapasitas beban (payload) dan durabilitas di jalanan rusak menjadi alasan utama di balik pemilihan model ini untuk mendukung komersialisasi tingkat desa. Tapi, bukan berarti tidak ada pilihan lain yang juga sama-sama kompetitif.

Lebih-lebih, besarnya angka 35.000 unit ini menjadi api bagi perdebatan di media sosial.

Warganet mempertanyakan mengapa proyek negara yang menggunakan dana besar tidak melibatkan pabrikan otomotif yang sudah memiliki basis produksi di Indonesia, yang secara logis akan memberikan efek pengganda pada lapangan kerja domestik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!