Angka Kecelakaan Bus dan Truk Tinggi, Hino dan KNKT Tekankan Pelatihan
Jum'at, 10 April 2026 - 01:14 WIB
Isu keselamatan tersebut dibahas dalam diskusi panel Membangun Moda Transportasi yang Aman dan Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan dalam pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Gii
JAKARTA - PT HinoMotors Sales Indonesia (HMSI) menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengemudi serta manajemen perawatan kendaraan untuk keselamatan transportasi.
Isu keselamatan tersebut dibahas dalam diskusi panel “Membangun Moda Transportasi yang Aman dan Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan” dalam pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Diskusi ini menghadirkan pemangku kepentingan di sektor transportasi, mulai dari regulator, produsen kendaraan, hingga operator transportasi. Tujuannya mencari solusi konkret untuk menekan angka kecelakaan kendaraan niaga yang masih tinggi di Indonesia.
Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengungkapkan sebagian besar kecelakaan kendaraan niaga sebenarnya bisa dicegah. Berdasarkan hasil investigasi KNKT, faktor manusia alias human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.
“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Sebab itu, peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” ujar Ahmad Wildan.
Dia menjelaskan banyakkecelakaan bus dan trukterjadi akibat kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Kurangnya pemahaman pengemudi terhadap keselamatan berkendara serta minimnya perhatian terhadap kondisi kendaraan menjadi faktor yang kerap ditemukan dalam investigasi kecelakaan.
Kesalahan tersebut kerap muncul dalam bentuk kelalaian saat berkendara, pengoperasian kendaraan yang tidak sesuai standar, hingga pengabaian terhadap kondisi teknis kendaraan. Padahal kendaraan niaga memiliki risiko lebih besar karena membawa muatan berat atau penumpang dalam jumlah banyak.
Isu keselamatan tersebut dibahas dalam diskusi panel “Membangun Moda Transportasi yang Aman dan Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan” dalam pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Diskusi ini menghadirkan pemangku kepentingan di sektor transportasi, mulai dari regulator, produsen kendaraan, hingga operator transportasi. Tujuannya mencari solusi konkret untuk menekan angka kecelakaan kendaraan niaga yang masih tinggi di Indonesia.
Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengungkapkan sebagian besar kecelakaan kendaraan niaga sebenarnya bisa dicegah. Berdasarkan hasil investigasi KNKT, faktor manusia alias human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.
“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Sebab itu, peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” ujar Ahmad Wildan.
Dia menjelaskan banyakkecelakaan bus dan trukterjadi akibat kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Kurangnya pemahaman pengemudi terhadap keselamatan berkendara serta minimnya perhatian terhadap kondisi kendaraan menjadi faktor yang kerap ditemukan dalam investigasi kecelakaan.
Kesalahan tersebut kerap muncul dalam bentuk kelalaian saat berkendara, pengoperasian kendaraan yang tidak sesuai standar, hingga pengabaian terhadap kondisi teknis kendaraan. Padahal kendaraan niaga memiliki risiko lebih besar karena membawa muatan berat atau penumpang dalam jumlah banyak.
Lihat Juga :