Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Rabu, 10 Juni 2026 - 21:15 WIB
Demonstrasi tersebut menampilkan Krampus, kendaraan segala medan militer khusus dengan sistem penggerak hibrida yang menggabungkan generator diesel tiga silinder 2,3 liter dengan dua motor listrik sinkron magnet permanen 30 kilowatt, yang dapat dioperasikan dari jarak jauh tanpa pengemudi.
Yang lebih penting lagi, perusahaan tersebut menunjukkan bahwa teknologi kendali jarak jauh ini tidak terbatas pada platform Krampus tetapi juga dapat diintegrasikan ke dalam kendaraan militer yang sudah ada, memungkinkan operator untuk mengubah kendaraan berawak konvensional menjadi kendaraan darat tanpa awak tanpa perlu membeli sistem baru.
Darius Antanaitis, CEO Ostara, menjelaskan langsung logika pengoperasiannya. Ia mengatakan: “Teknologi ini memungkinkan hampir semua kendaraan untuk diubah menjadi UGV (Kendaraan Darat Tanpa Awak).”
Akibatnya, pengguna akhir dapat memaksimalkan penggunaan armada yang ada sambil menghindari investasi tambahan pada platform baru.” Biayanya juga jelas: membeli UGV baru yang dirancang khusus akan menelan biaya penuh untuk membeli platform baru.
Menambahkan modul kendali jarak jauh ke kendaraan yang sudah ada hanya membutuhkan sebagian kecil biaya, dan memanfaatkan prosedur perawatan yang sudah ada, stok suku cadang, dan keakraban operator.
Sistem kendali jarak jauh dapat mengubah kendaraan apa pun menjadi mobil tanpa pengemudi.
Krampus sendiri telah dikembangkan setidaknya sejak tahun 2020, ketika Ostara pertama kali secara publik mendeskripsikan kendaraan tersebut sebagai kendaraan angkut segala medan berkecepatan tinggi yang dirancang untuk operasi pasukan khusus.
Sistem penggerak hibrida merupakan inti dari konsep desain sejak awal: beroperasi sepenuhnya dengan listrik, Krampus dapat mendekati targetnya tanpa suara sambil menghasilkan panas minimal, kemudian beralih ke pembangkit tenaga diesel untuk operasi jarak jauh.
Yang lebih penting lagi, perusahaan tersebut menunjukkan bahwa teknologi kendali jarak jauh ini tidak terbatas pada platform Krampus tetapi juga dapat diintegrasikan ke dalam kendaraan militer yang sudah ada, memungkinkan operator untuk mengubah kendaraan berawak konvensional menjadi kendaraan darat tanpa awak tanpa perlu membeli sistem baru.
Darius Antanaitis, CEO Ostara, menjelaskan langsung logika pengoperasiannya. Ia mengatakan: “Teknologi ini memungkinkan hampir semua kendaraan untuk diubah menjadi UGV (Kendaraan Darat Tanpa Awak).”
Akibatnya, pengguna akhir dapat memaksimalkan penggunaan armada yang ada sambil menghindari investasi tambahan pada platform baru.” Biayanya juga jelas: membeli UGV baru yang dirancang khusus akan menelan biaya penuh untuk membeli platform baru.
Menambahkan modul kendali jarak jauh ke kendaraan yang sudah ada hanya membutuhkan sebagian kecil biaya, dan memanfaatkan prosedur perawatan yang sudah ada, stok suku cadang, dan keakraban operator.
Sistem kendali jarak jauh dapat mengubah kendaraan apa pun menjadi mobil tanpa pengemudi.
Krampus sendiri telah dikembangkan setidaknya sejak tahun 2020, ketika Ostara pertama kali secara publik mendeskripsikan kendaraan tersebut sebagai kendaraan angkut segala medan berkecepatan tinggi yang dirancang untuk operasi pasukan khusus.
Sistem penggerak hibrida merupakan inti dari konsep desain sejak awal: beroperasi sepenuhnya dengan listrik, Krampus dapat mendekati targetnya tanpa suara sambil menghasilkan panas minimal, kemudian beralih ke pembangkit tenaga diesel untuk operasi jarak jauh.
Lihat Juga :