Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Senin, 29 Juni 2026 - 22:06 WIB
Di negara dengan populasi yang menua dengan cepat seperti Jepang, menuntut otak untuk memproses banyak informasi secara bersamaan setiap hari seperti olahraga ringan. Ini adalah keuntungan yang ditawarkan oleh mobil transmisi manual, sedangkan transmisi otomatis atau semi-otomatis tidak.
Penelitian ini dilakukan oleh Profesor Ryuta Kawashima, yang mengepalai pencitraan saraf di Institut Pengembangan , Penuaan, dan Kanker di Universitas Tohoku. Profesor Kawashima adalah seorang cendekiawan terkenal yang meletakkan dasar ilmiah untuk seri permainan teka-teki populer Brain Age dari Nintendo.
Meskipun menawarkan manfaat signifikan bagi kesehatan otak, transmisi manual menghadapi risiko penghapusan bertahap. Saat ini, para penggemar mobil terus membela transmisi manual pada mobil sport legendaris seperti Porsche 911 GT3, sementara model-model arus utama tidak seberuntung itu.
Data dari Best Car Web menunjukkan bahwa mobil transmisi manual hanya menyumbang 1-2% dari penjualan mobil baru di Jepang, persentase yang sangat kecil.
Penelitian ini dilakukan oleh Profesor Ryuta Kawashima, yang mengepalai pencitraan saraf di Institut Pengembangan , Penuaan, dan Kanker di Universitas Tohoku. Profesor Kawashima adalah seorang cendekiawan terkenal yang meletakkan dasar ilmiah untuk seri permainan teka-teki populer Brain Age dari Nintendo.
Meskipun menawarkan manfaat signifikan bagi kesehatan otak, transmisi manual menghadapi risiko penghapusan bertahap. Saat ini, para penggemar mobil terus membela transmisi manual pada mobil sport legendaris seperti Porsche 911 GT3, sementara model-model arus utama tidak seberuntung itu.
Data dari Best Car Web menunjukkan bahwa mobil transmisi manual hanya menyumbang 1-2% dari penjualan mobil baru di Jepang, persentase yang sangat kecil.
(wbs)
Lihat Juga :